Site icon BAUBAUPOST.COM

Kakek di Lakudo Diduga Cabuli Siswi SMA

Laporan: Hasrin Ilmi
LABUNGKARI,BP- Apa yang ada dibenak La Suuji (60) warga Desa Nepa Mekar yang tega mencabuli Bunga (17) samaran yang masih duduk di bangku SMA Kelas I. Apalagi, korbannya masih tetangganya dan kerabatnya sendiri.

Aksi bejat ini terjadi dihutan tak jauh dari perkampungan warga pada pertengahan bulan Desember 2017 yang lalu sekitar pukul 16.00 Wita.

Namun, perbuatan bejat pelaku tersebut, baru dilaporkan ke Polsek Lakudo, Polres Baubau Jumat, 23 Maret 2018 oleh orang tua korban setelah korban berani menceritakan peristiwa naas yang dialaminya.

Saat ditemui sejumlah wartawan di kediamannya, korban yang didampingi orang tua dan kakaknya mengaku, jika awalnya pelaku sempat menghubungi korban meminta untuk bertemu, namun korban menolak dengan alasan masih membantu ibunya memasak.

Selanjutnya, korban yang kesehariannya membantu orang tua membuat batu batako sepulang sekolah, langsung menuju tempat kerja tidak jauh dari kediamannya. Namun saat dijalan, pelaku sudah menunggu korban ditengah jalan.

“Dia panggil saya, katanya sini dulu. Tapi saya tidak mau, langsung dia tarik tanganku baru dia tarik saya masuk dalam hutan sambil dia tutup mulutku. Pas sampai dalam hutan, ternyata sudah ada tempat tidur dari kardus,” cerita Bunga.

Disitu, dia mengaku dipeluk dan dibaringkan. Kendati korban berupaya untuk melawan, namun dirinya tetap tidak mampu melawan pria bejat tersebut.

“Saya langsung dipeluk dari dia kasi tidur saya. Saya coba memberontak, tapi tidak bisa. Makanya dia leluasa perkosa saya,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, usai melampiaskan nafsunya, pelaku sempat mengancam agar tidak melaporkan perbuatannya. Bahkan pelaku memberi korban uang Rp. 1.050.000.
Untuk menyelamatkan dirinya dari ancaman pelaku, korban terpaksa mengambil uang tersebut, alhasil dirinya pun lolos dari ancaman pria uzur itu.

“Sebenarnya saya tidak mau ambil, tapi dia paksa baru mengancam. Makanya saya ambil saja itu uang. Setelah itu pelaku langsung pergi, saya juga langsung ke tempat cetak batu batako. Saat itu saya takut cerita, tapi ternyata itu pelaku malah cerita ke orang kampung kalau dia sudah perkosa saya. Makanya mulai ditau dan saya baru berani cerita,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Lakudo, Iptu Hartoni membenarkan adanya laporan warganya tersebut.

Kendati begitu, pihaknya belum bisa melakukan proses hukum lebih lanjut dengan alasan masih kekurangan saksi.

“Masalahnya adalah, kita tidak ada saksi mata yang lihat itu kejadian. Korban kita beri waktu satu minggu untuk cari saksi, karena kalau tidak ada, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar, Hartoni saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Mapolsek Kakudo kemarin.(***)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version