Site icon BAUBAUPOST.COM

Aparat Gabungan Polres, Kodim dan AL Redam Amuk Massa

F01.2 Aparat gabungan Polres Baubau Kodim 1413 Buton memblokir jalan sekitar jembatan gantung untuk mencegah dan meredam konfilik massa foto Jaya

Aparat gabungan Polres Baubau, Kodim 1413 Buton memblokir jalan sekitar jembatan gantung untuk mencegah dan meredam konfilik massa foto Jaya

 Paska Pemakaman Korban Pembacokan di Wameo

Peliput : Jaya Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU,BP – Konfilik warga di Kota Baubau terjadi di jalan Murhum, sekitar Jembatan Gantung hampir tidak dapat terelakkan. Aksi terpicu diduga karena aksi balasan dari salah satu warga yang mengalami tindak pidana penganiayaan hingga meninggal dunia, namun dapat segera diredam personil Gabungan Polres Baubau, Kodim 1413 Buton dan TNI AL yang ikut serta demi terjaganya situasi yang kondusif, Jumat (30/03).

Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam SIK MPA kepada awak media Jumat (30/03) mengatakan, dari pagi pihaknya telah mendapatkan informasi akan ada pergerakan massa yang merupakan imbas dari kejadian tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan meninggal, pihaknya melakukan antisipasi pengamanan sekaligus melakukan penggalangan kerumah duka.

“Setelah pemakaman dilakulan, sekelompok orang berusaha bergerak untuk menuerang kesalah satu kampung, namun kita bisa menghalangi dengan gabungan Polres Baubau, Kodim 1413 Buton termasuk bantuan dari Polres rayonisasi Polres Buton,” ungkapnya.

Dikatakannya, dalam pengamanan yang dilakukan pihaknya berhasil mengamankan beberapa orang dan saat ini masih dilakukan pendataan.

“Kalau memang tadi diamankan karena situasi, tentu akan kita lepaskan kembali, namun apabila yang bersangkutan memang terindikasi melakukan tindak pidana kita akan melakukan pemeriksaan tindak pidana,” jelasnya.

Lanjutnya, beberapa yang diamankan pihaknya tersebut sementara dilakukan pendataan karena ada yang diamankan memang ada didalam lokasi kejadian atau memang dia terlibat, pihaknya akan memberikan informasi lebih lanjut.

“Untuk massa yang menggunakan senjata tajam, rata – rata mereka bergerak dengan menggunakan senjata tajam, namun dalam situasi kita coba mengamankan dulu jangan sampai ada warga lain terluka, sehingga sementara kita fokuskan untuk mereka tidak masuk lokasi yang menjadi sasaran mereka,” tuturnya.

Pantauan Baubau Post, dalam kejadian tersebut, ada beberapa warga yang minta dievakuasi, dan ada tiga unit kendaraan yang telah disiapkan Polres Baubau untuk melakukan evakuasi terhadap masyarakat sekitar kejadian.

Salah satu warga yang dievakuasi merupakan seorang bapak yang merupakan warga Kanakea yang dalam keadaan sakit, dilakukan evakuasi ke rumah keluarganya agar dapat merasa aman.

Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam SIK MPA turun langsung kelokasi dan melakukan negosiasi untuk membubarkan massa. Sekitar pukul 18.00 wita situasi dapat dikendalikan dan Massa dapat dibubarkan. Hingga massa berhasil dibubarkan tidak ada korban dari kedua belah pihak yang hendak bertikai.

Amatan media ini, nampak puluhan massa menggunakan senjata tajam yang telah siap untuk bentrok, numun dengan sigap aparat dapat mengendalikan kerumunan masa walaupun sempat melontarkan Gas Air Mata untuk membubarkan massa yang mencoba anarkis.

Jalanan arah Jembatan Gantung sempat ditutup untuk mencegah adanya korban yang tidak diinginkan, namun cukup banyak masyarakat yang begitu antusias untuk menyaksikan langaung kejadian tersebut.
tampak puluhan keluarga korban dengan bersenjatakan sajam akan melakukan aksi balas dendam kepada warga yang diduga melakukan tindak podana penganiayaan.

Namun aparat polres baubau telah melakukan pemblokiran agar tdk terjadi konflik yang berkepanjangan.
aparat pun diturunkan secara berlapis untuk mencegah adanya banyak korban . Kejadian tersebut sempat membuat macet jalur jembatan gantung.

ratusan masyarakatpun banyak yang mau menyaksikan kejadian tersebut.(*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version