Peliput: Jaya Editor: Zaman Adha
BAUBAU, BAUBAUPOT.COM – Pasca konflik penyerangan di wilayah Kanakea termasuk beberapa warga yang sempat diamankan aparat kepolisian, warga Kanakea memberikan dua pernyataan terbuka dalam konferensi pers disalah satu kediaman warga, Minggu (01/04).
Juru bicara warga Kanakea, Arif kepada sejumlah awak media mengatakan, pernyatakan yang pertama terkait insiden penyerangan yang dilakukan oknum-oknum tertentu menyerang Kanakea dan melakukan pengrusakan pada Jumat (30/03). Kedua pernyataan sikap terkait tindakan aparat pada Sabtu malam (31/03) yang mengamankan beberapa warga Kanakea yang ternyata hanya duduk-duduk di depan rumahnya.
Dijelaskan, mengenai penyerangan beberapa oknum dan pengrusakan, pihaknya telah menyampaikan kepada Kapolda secara resmi di hadapan Kapolres Baubau, Kapolres Buton, Dandim 1413 Buton, termasuk Walikota Baubau dan unsur masyarakat Baubau yang juga telah dijawab Kapolda. Dalam hal ini terdapat lima sikap.
“Masyarakat Kanakea adalah masyarakat yang majemuk, masyarakat yang banyak profesi disitu, oleh karena itu jangan kemudian dari beberapa masyarakat tersebut dapat didiskreditkan Kanakea secara umum merupakan daerah yang rawan, sadis maupun rusak,”
“Masyarakat Kanakea mengutuk keras pelaku pembunuhan di Wameo,”
“Masyarakat Kanakea inginkan pelaku penyerangan dan pengrusakan rumah warga dapat diproses karena merupakan tindakan melanggar hukum,
“Pihaknya mengharapkan agar seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar dari luar,”
“Pihaknya meminta aparat Kepolisian, dalam hal ini Polres Baubau tetap melakukan pengamanan di lingkungan Kanakea untuk mencegah apabila ada serangan susulan dan pihaknya mengapresiasi tindakan pengamanan yang dilakukan aparat dilingkungan Kanakea.
Pernyataan kedua, warga Kanakea menyayangkan sikap aparat saat mengamankan beberapa warga Kanakea Sabtu malam (31/03) dengan menembakkan gas air mata. Padahal terdapat warga yang sedang duduk-duduk, diantaranya terdapat ibu-ibu, anak-anak perempuan, dan ada seorang kakek.
“Mereka merasa sesak napas, pedih dibagian mata, bahkan kakek – kakek pada saat sesak langsung jatuh dan sekarang lagi berada di rumah sakit,” jelas Arif.
Mewakili masyarakat Kanakea, pihaknya berharap agar pihak keamanan cukup menjaga dan mengawal agar tidak melakukan tindakan anarkisme dan tetap diperlakulan secara adil.
Selain itu agar semua masyarakat dapat menjaga situasi agar tetap kondusif, dan aparat tetap mengamankan Kota Baubau, namun dengan cara-cara bekerjasama dan diselesaikan dengan hati dingin.
“Mereka ini hanya menjaga wilayahnya karena ada isu-isu dari luar akan ada aksi susulan akan menyerang kembali, itulah kenapa masyarakat membentengi dan menjaga diri,” tuturnya. (#)

