Site icon BAUBAUPOST.COM

TNI/Polri Gencarkan Razia Miras dan Sajam di Baubau

29893851 1675791949122967 2003556419 o

Peliput: Prasetio M Editor: Zaman Adha

BAUBAU, baubaupost.com – Salah satu upaya menjaga kodusifitas Kota Baubau, pihak kepolisian bersama TNI dan Pemerintah Kota Baubau akan gencar melakukan razia minuman keras dan senjata tajam (sajam). Terlebih belum lama ini terjadi konflik di sekitar wilayah Kanakea.

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Iriyanto saat ditemui di Polres Baubau, Sabtu (31/03) mengatakan, razia merupakan salah satu upaya untuk menjaga situasi kondusif jelang Pilwali. Kepolisian akan dibantu TNI untuk mendukung pengamanan Kota Baubau.

“Itu sudah menjadi kewajiban tiap satuan wilayah untuk menjaga memelihara ketertiban masyarakat, salah satunya dengan razia, nanti akan didukung oleh TNI kita akan bersinergis menjaga keamanan di Kota Baubau,” katanya.

Dikatakan, miras merupakan salah satu penyebab terjadinya tindak kriminal di Kota Baubau. Sehingga diharapkan masyarakat dapat meniadakan produksi dan menghindari konsumsi miras. Untuk menekan produksi minuman keras, pihaknya akan bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah daerah.

Selain minuman keras kata jenderal bintang satu ini, budaya membawa sajam oleh masyarakat harus dihilangkan. Pasalnya dengan membawa sajam dapat menciptakan percaya diri yang berlebihan dan hal tersebut melanggar hukum. Penggunaan sajam digunakan sesuai peruntukan dan pada tempatnya.

“Kalau ke kebun mungkin dipergunakan untuk kerja, tetapi jalan-jalan membawa senjata tajam itu tidak wajar dan melanggar aturan UU nomor 12 darurat 51,” jelasnya.

Pj Walikota Baubau Hado Hasina mengatakan, untuk menciptakan kondisi aman bagi masyarakat Kota Baubau, pemerintah membentuk tim yang memantau keamanan. Dirinya berharap keamanan lingkungan (Kamling) dapat diberdayakan kembali. Selain itu ia berharap agar ke depan masyarakat dapat membatasi waktu kumpul-kumpul malam hingga pelaksanaan Pilkada selesai.

“Kalau bisa batas kegiatan kumpul-kumpul malam jangan sampai diatas jam 10 hingga dengan pelaksananan Pilkada nanti,” kata Hado. (*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version