PASARWAJO, BP – Ujian seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Buton telah berakhir dan menyisakan 20 formasi kosong.

Padahal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton membuka cukup banyak yakni, 211 formasi untuk di tempati CPNS.

Namun setelah panitia menutup penerimaan berkas seleksi, tercatat empat formasi kosong dari sejumlah pendaftar CPNS yang telah lulus administrasi berkas sekitar 3.972 orang dari jumlah pendaftar 4.600 orang.

Dan usai dilaksanakannya ujian seleksi SKD berbasis CAT di Gedung Wakaaka beberapa waktu lalu, jumlah formasi kosong bertambah hingga 20 formasi. Hal itu dikarenakan CPNS yang mendaftar ujian seleksi tidak lulus passing grade, sehingga mengosongkan formasi yang dipilihnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Buton Awaludin mengaku formasi kosong itu didominasi tenaga kesehatan, mulai dari dokter, tenaga medis sampai tenaga kesehatan lainnya.

“211 formasi itu didominasi tenaga kesehatan, dari seribu lebih peserta yang lulus passing grade menyisakan 20 formasi kosong yang dominan tenaga kesehatan,” kata Awaludin, Selasa (17/03).

Dikatakan, informasi dari BKN jadwal pelaksanaan ujian SKB akan dilaksanakan pada 23 Maret hingga 25 Maret 2020. Namun akibat dampak virus corona (Covid-19) jadwalpelaksanaan terancam berubah. “Makanya itu kita masih menunggu informasi selanjutnya ini,” tuturnya.

Sementara itu beberapa waktu lalu, Bupati Buton Drs La Bakry MSi menaruh harapan besar kepada peserta tes SKD CPNS Buton dapat mengisi semua formasi yang ada.

Akan tetapi harapan Bupati La Bakry seakan pupus dimana ada 16 formasi kosong karena peserta tidak lulus passing grade dan empat formasi kosong karen tidak diminati oleh peserta.

Padahal, La Bakry sebelumnya telah mewanti-wanti agar peserta menjaga kesehatan dan kesiapan sebelum melaksanakan ujian.

“Mudah-mudahan terus berjalan sukses, lancar dan formasi bisa terisi semua dibawah pengawasan tim seleksi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) wilayah IV Makassar. Kemudian jaga kesehatan dan tetap optimis, keberhasilan ada ditangan diri sendiri dan Allah SWT. Kalau memenuhi passing grade pasti dilihat lagi dari perangkingan. Bukan dari calo atau oknum yang menjaminkan kelulusan kepada peserta,” tutup La Bakry.

Peliput: Asmaddin

Pin It on Pinterest