Peliput: Iman Supa Editor: Zaman Adha
RAHA, BP – Desa Labunti Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Pemerintah Desa (Sekdes) Labunti berharap pemerintah pusat agar menangani banjir yang menghambat pengguna jalan penghubung antara kabupaten.
Jalan provinsi ini sebelumnya telah ditangani dengan membuat drainase, namun menurut Sekretaris Desa Labunti, La Sandima menilai belum maksimal. Pasalnya setiap turun hujan satu hingga dua jam drainase tersebut tidak berjalan maksimal. Hujan mulai mengguyur pukul 13.00 wita hingga 14.00 membuat para pengguna jalan terhambat.
La Sandima yang ditemui dilokasi banjir, Sabtu (7/4) menjelaskan, dalam menangani banjir ini, pemerintah pusat harus turun tangan. Sebab jalan nasional ini menjadi kewenangan provinsi melalui dana APBN.
“Solusinya drainase harus diperlebar 1 meter, karena drainase yang perna dianggarkan APBD propvnsi tidak bisa menampung debit air,” terangnya.
Ia menyebutkan, banjir bersumber dari pegunungan hutan Labunti. Drainase perlu dibenahi agar dapat terhubung dengan drainase di Desa Bonea yang tembus ke laut.
“Jalan poros Raha-Tampo ini perna diangkat jalanannya namun tetap saja kebanjiran dengan tinggi hingga 50 cm, Momen ini dimanfaatkan warga setempat dengan menyediakan jasa gerobag untuk menyebrangkan motor dengan biaya seikhlasnya,” ucapnya.
Sementara itu, Pemerintah desa telah membuat sumur serapan dengan lebar 2 meter dan kedalaman 4 meter dengan harapan bisa menyerap banjir sehingga memperlancar transportasi.
“Pemdes membuat sumur serapan melalui Dana Desa (DD),” katanya. (*)

