Peliput: Gustam
BAUBAU, BP – Polemik perseteruan antar kubu di Pelabuhan Jembatan Batu Kota Baubau beberapa pekan lalu, memaksa pemerintah memindahkan lokasi bongkar muat ke Pelabuhan Murhum.
Hasilnya, Pelabuhan Jembatan Batu menjadi sunyi dan berdampak pada menurunnya omset Pedagang Kali Lima (PKL) sekitar jembatan batu. Melihat kondisi ini, Eksekutif Kota-Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) berkolaborasi dengan sejumlah PKL menggelar aksi damai di Kantor DPRD Kota Baubau, senin (09/04).
Ketua EK-EMND Kota Baubau Farhan mengatakan, PKL jembatan batu mulai merasa “galau” karena perpindahan bongkar muat itu. Tiap harinya, pendapatan mereka (PKL-Red) mengalami penurunan.
“Pasca pemindahan bongkar muat tersebut, pendapatan PKL hanya berkisar Rp 50 ribu per harinya.” singkat Farhat saat dikonfirmasi Baubau Post via WhatsApp (WA).
Peserta aksi menuntut, agar DPRD Kota Baubau mampu melahirkan solusi atas persoalan tersebut. “Meminta kepada pihak DPRD Kota Baubau untuk menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat untuk mensejahterakan rakyat sesuai perundag-undangan,” lanjutnya.
Untuk diketahui, hasil diskusi antara peserta aksi dengan pihak DPRD Kota Baubau disepakati bahwa, DPRD Kota Baubau akan menggelar rapat dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mencari solusi atas persoalan tersebut. (*)

