Peliput: Hengki TA

BAUBAU, BP – Tercatat, pada tahun 2015 Satres Narkoba Polres Baubau menangani sebanyak 120 kasus tindak pidana narkotika, jika dibandingkan pada tahun 2016, Satres Narkoba Polres Baubau hanya menangani 24 kasus tindak pidana bahan berbahaya atau minuman keras (miras). Penanganan kasus tersebut menandakan, kasus tindak pidana bahan berbahaya atau miras lingkup wilayah Polres Baubau mengalami penurunan sebanyak 96 kasus atau sebesar 80 persen.
Hal itu diungkapkan Kapolres Baubau AKBP Suryo Aji SIk dalam rilisnya yang diselenggarakan di Media Center Polres Baubau, Jumat (30/12). Itu juga menggambarkan, kinerja Polres Baubau mengalami peningkatan antara tahun 2015 dan 2016.
Selain itu, dalam rilis juga dijelaskan, jumlah kasus tindak pidana narkotika yang terjadi selama tahun 2016 yang ditangani Satres Narkoba Polres Baubau adalah sebanyak 12 kasus. Bila dibandingkan dengan tahun 2015, kasus narkotika yang ditangani Polres Baubau pada tahun tersebut adalah sembilan kasus. Hal itu membuktikan, bahwa kasus tindak pidana narkotika yang ditangani Polres Baubau mengalami peningkatan sebanyak tiga kasus atau sebesar 0,15 persen.
Sedangkan dari jumlah giat kerma dan binwas teknik lidik Satres Narkoba Polres Baubau selama tahun 2016, sebanyak 12 giat dilakukan. Jika dibandingkan giat kerma Satres Narkoba pada 2015, hanya sebanyak enam giat, dimana hal itu mengalami kenaikan sebanyak enam giat atau 100 persen.
Berdasarkan data analisa dan evaluasi Polres Baubau, terjadinya kenaikan angka tindak pidana narkotika dalam wilayah hukum Polres Baubau pada tahun 2016 sebanyak tiga kasus atau 0,15 persen, karena pemahaman masyarakat tentang bahaya penggunaan narkoba dianggap masih minim.
Sedangkan terjadinya kenaikan angka dalam giat kerma dan binwas tehnik lidik narkoba di wilayah hukum Polres Baubau pada tahun 2016 sebanyak enam giat atau 100 persen, selain kurangnya pemahaman masyarakat tentang bahaya penggunaan narkoba, juga diadakan giat penyuluhan di lingkungan pelajar wilayah Kota Baubau.(*)