Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Baubau menggelar Workshop Penyusunan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Bagi Guru, diselenggarakan di gedung SMPN 4 Baubau

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Baubau menggelar Workshop Penyusunan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Bagi Guru, diselenggarakan di gedung SMPN 4 Baubau, Minggu (17/01).

 Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Baubau menggelar Workshop Penyusunan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Bagi Guru, diselenggarakan di gedung SMPN 4 Baubau
Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Baubau menggelar Workshop Penyusunan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Bagi Guru, diselenggarakan di gedung SMPN 4 Baubau

Kepala PGRI Kota Baubau Bariun SPd MPd mengungkapkan, kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh 78 peserta yang merupakan perwakilan guru TK, SD, SMP, SMA/SMK dari empat kabupaten/kota yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan (Busel), dan Buton Tengah (Buteng).

Dimana, pelaksanaan kegiatan workshop bermaksud untuk meningkatkan kapasitas guru serta pengembangan diri bagi jabatan fungsional guru dalam hal kepengurusan kenaikan pangkat atau sertifikasi.

“Alasan kenapa kita buat kegiatan seperti ini yaitu untuk meminimalisasi, kegiatan pengembangan diri bagi guru-guru, dalam rangka peningkatan kapasitas guru dan persoalan jabatan fungsional guru terkait dengan usulan kenaikan pangkat,” tuturnya.

Bariun menjelaskan, salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi oleh guru dalam rangka pengurusan kenaikan pangkat ialah mengikuti kegiatan pengembangan diri seperti diklat fungsional, workshop, seminar, loka karya, dan lain-lainnya.

“Karena salah satu syarat untuk kenaikan pangkat guru-guru itu harus mengikuti kegiatan pengembangan diri sesuai dengan pangkatnya, mulai dari golongan 3A sampai golongan 4,” terangnya.

“Olehnya itu, salah satu upaya yang kita lakukan untuk pemenuhan itu adalah PGRI coba menggelar kegiatan workshop. Selain untuk pemenuhan pengembangan diri juga untuk menambah pengetahuan, meningkatkan kapasitas guru,” ujarnya.

Sehubungan hal itu, Bariun berharap agar kedepannya guru-guru dapat berpartisipasi mengikuti kegiatan pengembangan diri meskipun itu harus berbayar.

Pasalnya, kata Bariun, pemerintah tidak setiap waktu dapat menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi guru, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

“Guru harus merubah pola pikirnya bahwa untuk kepentingan pemenuhan pengembangan diri itu tidak bisa kita berharap pada kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah karena dana pemerintah juga terbatas,” tandasnya.

baca juga: PBM Semester Genap Tetap Digelar Online, Ketua PGRI Baubau Bariun Imbau Guru Junjung Semangat Mengajar

Sebagai informasi tambahan, kegiatan Workshop Penyusunan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Bagi Guru diselenggarakan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman. (*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.