“Mari Perbaiki Sultra”, Ini Firasat Hugua!
PASANGAN Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara No. Urut 2, Dr Ir H Asrun MEng Sc dan Ir Hugua (Asrun-Hugua) tiba-tiba mengalami turbulensi sedikit gejolak di 28 Februari. Tetapi pada 17 Januari 2018 pasangan ini unggul dari pasangan lainnya.
YUHANDRI HARDIMAN, BAUBAU
Asrun-Hugua unggul 9% dari pasangan lainnya dan sempat mengalami penurunan hanya di kisaran 4% sampai 5%. Tetapi ini tidak seberapa lama karena beberapa hari kemudian persentase pasangan ini kembali normal mengungguli pasangan lainnya.
“Saya seperti single parent,
Kayak janda atau duda. Namun
Saya makin percaya diri karena banyak orang tua saya di sini mendukung saya, ” kata Ir Hugua ketika berdialog dengan para tokoh Wakatobi beberapa waktu lalu di Kota Baubau.
Yang namanya survey politik adalah rahasia. Sehingga yang menyebar melalui media sosial ataupun opini publik merupakan propaganda.
Hugua yakin bahwa segala aktivitas politik Asrun-Hugua tidak terjadi penurunan pada satu dua bulan terakhir ini. Hal ini berbanding lurus dengan niat Asrun-Hugua yang ingin memperbaiki Sulawesi Tenggara (Sultra).
Mantan Walikota Kendari dan Mantan Bupati Wakatobi ini berpasangan karena niat baik dan keinginan bersama membangun Sultra. “Yuk kita bersatu membangun Sultra,” kata Hugua.
Mungkin ini cara Tuhan untuk menguji kita sampai di mana. “Bahwa silaturahim akan menguatkan saya baik secara pribadi maupun kekeluargaan untuk membawa nama baik Pulau Buton”.
Di hadapan tokoh masyarakat, Hugua menyampaikan firasatnya. “Kalau kita lihat di kebiasaan saya, sepertinya tidak ada beban. Insha Allah ada tanda-tanda itu Asrun-Hugua Gubernur/Wagub Sultra Periode 2018/2023.
Peta kekuatan Asrun Hugua 65% ada di daratan. Kabupaten Konawe Selatan dengan wajib pilih sebesar 215.000, setara dengan lima kabupaten di kepulauan. Perolehan menang besar Asrun-Hugua di sana.
Di sana ada Bupati Surunuddin dan juga Pak Imran yang pernah menjadi bupati dua periode. “Sehingga kalau kami menang 60% saja, itu setara dengan 5 kabupaten di kepulauan, ” katanya.
Di Kendari ada walikotanya dengan jumlah pemilih Kota Kendari setara beberapa kabupaten. “Maka peluang Asrun Hugua makin tinggi,” jelas Ir Hugua.
Hampir seluruh kabupaten penting berada di Asrun Hugua. Misalnya ada Tafdil – Kasra J Munara, sehingga PAN dan PDIP di Bombana menyatu mendukung Asrun Hugua.
Di Kabupaten Muna Rusman Emba harus menang. Karena jika kalah, maka peluang jadi bupati di periode berikutnya menjadi kecil.
Di Kabuaten Buton Utara, PAN dan PDIP menyatu, di sana ada Abu Hasan dan Ridwan Zakaria sehingga peluang kemenangan Asrun-Hugua sangat besar.
Untuk Buteng, Hugua menyebutnya ujian buat La Ramo. “Ini politik bukan dagang. Yang bertarung di sana cuma dua Mansur Amila dan La Ramo artinya PDIP dan PAN juga menyatu.”
Hugua memahami Busel, ada semacam buah simalakama dengan Ketua DPC PDIP Agus Feisal Hidayat. “Maju mati bapak, tak maju mati mama.”
“Sudah bro, kalau kita kalah jangan kalah banyak. Minimal menang tipis, ” kata Ir Hugua.
Di Kabupaten Wakatobi, mantan bupati dua periode ini optimis menang mutlak. “Tidak mungkin saya kalah, ” katanya optimis.
10 top ten destination adalah label mahal. Karena dalam ilmu bisnis, sebuah merek, hidup mati harus dijaga.
“Tapi kenapa ini tidak bisa jadi realitas, padahal tinggal dimakan. Jawabannya tunggu saya jadi Wagub,” disambut aplous.
10 top ten destinasi hanya sepuluh di Indonesia. Pertarungan untuk mendapatkan 10 top ten destination bukan peekara sederhana. Di Unesco Hugua menjelaskan dan meyakinkan 177 negara bahwa Wakatobi pusat biosfer. Dari Mesir mengakui dan sambung-menyambung negara lain mengakui Wakatobi sebagai pusat cagar biosfer.
“Unesco adalah badan PBB! Sekarang tidak diperhatikan, sedih juga saya,” katanya.
Kejayaan itu juga harus dikbalikan karena Wakatobi tidak ada samanya dengan daerah lain. Pariwisata berarti berbicara ekonomi berkeadilan. Nelayan bis laku ikannya, petani laku jagungnya, komoditas lainnya ikut terpacu dan laku karena banyak yang datang.
Closing statement, Hugua menyampaikan Asrun Hugua baik-baik saja, Hugua tetap sebagai wakil, Asrun tetap sebagai gubernur dan akan dilantik.
Tokoh masyarakat Tomia di Baubau, Drs H Lutfi Hasmar SSos MSc MSi menyampaikan akan membantu Hugua. Alasannya Hugua cerdas dan memiliki banyak pengetahuan. “Mudah-mudahan beliau akan tampil pada 27 nanti diwisuda sebagai Wagub.
”
Tokoh Masyarakat Kaledupa di Baubau, Sudjiton menitip pesan. Kalau pulang sampaikan kepada om, saudara, keluarga bahwa figur yang tampil sejagai Wagub tidak akan rugi jatuhkan pilihan kita di situ. Alasannya karena konsep pikiran dan gagasan besarnya bisa terimplentasi.
Konsep yang jauh lebih besar akan berdampak besar. Kabupaten Wakatobi terpencil namun bisa masuk 10 top ten destination. “Bisakah kalau bukan karena pemimpinnya?”
Dibandingkan dengan Wakatobi, Baubau ini jauh lebih unggul potensinya dan bisa akan lebih maju lagi. Karena Wakatobi saja yang hanya terdiri dari batu cadas bisa terangkat bahkan smpai di kancah internasional.
Relasi Hugua ke pusat tidak diragukan. “Bagaimana kalau beliau di provinsi?” Hugua milik Sultra yang akan memajukan Sulawesi Tenggara.
Tokoh Tomia lainnya H Muchtar Basir mengakui Hugua hanya dengan gambar taman nasional masuk dalam lembaran uang Rp 10.000. Artinya Wakatobi secara nasional diakui dan oleh pak Hugua dibikin terkenal.
Dia yakin Sultra akan lebih terangkat. Karena Wakatobi saja yang hampir tidak ada artinya bisa terangkat di tingkat internasional.
Turut hadir Urufi Prasyad dan tokoh-tokoh lainnya. Beberapa tokoh pemuda juga hadir, diceritakan reaksi publik setelah debat kandidat tempo hari. Secara head to head Hugua yang tampil seorang diri terlihat menguasai dan mendominasi debat. Hal ini dipandang menjadi salah satu poin meningkatkan elektabilitas Asrun-Hugua.(**)

