Site icon BAUBAUPOST.COM

Pengembangan Ekowisata di Pantai Nirwana Berbasis Masyarakat Disosialisasikan

F01.4 Pj Walikota Baubau Hado Hasina saat sosialisasi pengembangan ekowisata di Pantai Nirwana

Pj Walikota Baubau Hado Hasina saat sosialisasi pengembangan ekowisata di Pantai Nirwana

Peliput : Jaya

BAUBAU,BP – Dalam rangka pengembangan kawasan wisata Pantai Nirwana berbasis masyarakat, panitia pelaksana pengembangan wisata Pantai Nirwana menggelar kegiatan sosialisasi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dengan pemilik lahan dan masyarakat yang terlibat dalam ekonomi wisata di Villa Pantai Nirwana, Jumat (20/04).

Ketua panitia pelaksana, Maharuji SPd MPd saat dikonfirmasi Baubau post Jumat (20/04) mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihaknya tersebut merupakan salah satu program dari fokal point dari Walikoata Baubau agar semua kegiatan – kegiatan pariwisata di pantai nirwana kedepannya diolah masyarakat, dalam hal ini pemerintah hanya memfasilitasi.

“Tujuan dari pengembangan ekowisata berbasis masyarakat ini seperti yang telah Walikota sampaikan, bagaimana kita ciptakan Pantai Nirwana itu menjadi satu ikon pariwisata khususnya di Kota Baubau,” ungkapnya.

Dikatakannya, dari tujuan tersebut dilakukan langkah – langkah dengan kerjasama agar masyarakat dapat memahami bagaimana yang dimaksudkan dalam ekowisata berbasis masyarakat tersebut.

“Dalam hal ini kami mencoba sebagaimana yang telah diberilan mandat dari beliau untuk memberikan pemehaman kepada masyarakat tentang ekowisata itu, agar masyarakat dapat memahami ekowisata tersebut bukan pemerintah yang punya, namun pemerintah hanya memfasilitasi setiap kegiatan – kegiatan pariwisata yang ada di Pantai Nirwana,” jelasnya.

Lanjutnya, selain itu juga dimaksutkan agar di Pantai Nirwana juga terdapat penataan agar dapat tertata dengan rapi sehingga dapat menambah minat para pengunjung yang akan berwisata di Pantai Nirwana.

Ditempat yang sama, Pj Walikota Baubau Dr Ir Hado Hasina MT saat memberikan penjelasan kepada peserta sosialisasi mengatakan, apabila pemilik lahan dan masyarakat yang terlibat dalam pariwisata Pantai Nirwana ini telah memiliki kesepakatan dengan pihaknya dengan program yang akan dilaksanakan maka akan dibangunkan sesuai dengan perencanaan dan masyarakat sendiri yang akan mengelolah dan bukan Pemerintah yang mengelolah.

“Dalam hal ini, kita memfasilitasi masyarakat dan melakukan penataan seperti yang sementara ini dibangunkan gazebo dan kemungkinan di akhir tahun akan diperbaharui dengan desain yang lebih menarik lagi dan yang mengelohnya tetap masyarakat sendiri dan tidak akan dikelolah pemerintah,” tuturnya.

Pihaknya berharap, dengan dibangunnya tempat tersebut yang difasilitasi pemerintah dapat juga menjadi pemasukan Pemerintah Kota, dalam hal ini, apabila masyarakat telah mengelola tempat tersebut dan mendapatkan hasil dari pengelolaan tersebut dapat memberikan 20 persen kepada pemerintah apabila mendapatkan hasil dari penyewaan.

“Misalnya masyarak yang mengelola memberikan sewa kepada pengunjung dengan biaya Rp.10000, maka pemerintah dapat Rp.2000. Hal ini kita maksutkan agar kita dapat membangun lagi yang lain, juga dapat memasukkan aliran air termasuk penerangan listrik kelokasi tersebut,” katanya.

Dikatakannya, namun untuk aliran penerangan dan air yang akan diberikan tersebut, pemerintah hanya memfasilitasi saja dan melakukan penataan. Masyarakat dapat membangun sendiri, namun untuk desain penataannya dilakukan pemerintah agar terlihat penataan yang rapi dan indah dan untuk desain trrsebut pihaknya tidak memungut biaya dari masyarakat.

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version