Site icon BAUBAUPOST.COM

Gelar Pelatihan Pemuda Tanggap Rawan Sosial KAPMEPI Baubau Ajak Pemuda Hindari Hal Tidak Bermanfaat

Peliput: Ady Cacung

BAUBAU, BP- Kader Pengembang Moral Etika Pemuda Indonesia (KAPMEPI) melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Baubau, mengadakan pelatihan Pemuda Tanggap Rawan sosial di salah satu Hotel di Kota Baubau dimulai tanggal 6 hingga 7 Desember 2018. Pemateri dihadirkan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Asisten Deputi Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Kemenpora Anisah Mahardini, mengatakan materi yang disampaikan tentang kerelawanan pemuda mulai memiliki peran aktif, punya sensitifitas di daerah sekelilingnya, serta bagaimana mereka menjadi Problem Solving (penyelesaian masalah). Para pemuda diajak untuk jangan terlalu sibuk dengan gadget dan hal yang tidak bermanfaat.

“Juga lebih mengasa kreatifitas mereka agar cepat tanggap dengan problem sosial yang ada di sekelilingnya,” jelasnya ditemui di sela-sela kegiatan, Kamis (06/12).

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa kerelawanan pemuda untuk saling peduli, bertangungjawab dan menjadi pribadi yang bermanfaat. Jika terlibat dalam hal yang tidak bermanfaat, jatuhnya maksiat dan tidak fokus belajar

“Yang ada mereka pacaran terus,” tandasnya.

Menurutnya, kegiatan pelatihan ini mendapat respon yang baik dari para peserta. Yang diperlukan saat ini peran dan kontrol dari pemerintah maupun stakeholder terkait yang dapat merangkul para pemuda untuk mengembangkan kapasitas dan kreatifitasnya.

“Insya Allah mereka mampu memecahkan problem sosial masyarakat daerah sekitarnya,” harapnya.

Pihaknya kembali mengajak para pemuda di Kota Baubau untuk melakukan yang terbaik bagi daerahnya. Dapat dimulai dari mengembangkan prestasi melalui pendidikan formal maupun non formal.

“Mari kita bangun bangsa kita dengan saling tolong-menolong sebagai bangsa, agar tercipta masyarakat yang makmur, terhindar dari konflik sosial,” pungkasnya.

Ketua panitia kegiatan Mukhlis, menambahkan kegiatan ini lebih kepada pembentukan karakter pemuda yang peduli dalam mengokohkan kesatuan sosial. Peserta terdiri dari anak sekolah maupun perkumpulan pemuda lainnya.

“Ada dari perwakilan kelurahan yang rawan konflik sosial seperti Kelurahan Wameo, Bone-bone, Tarafu, Kanakea, juga ada dari LDK dan Spirit Pemuda Hijrah,” katanya. (*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version