Site icon BAUBAUPOST.COM

Pelatihan Pemuda Tanggap Rawan Sosial Diakhiri Pembelajaran Outdoor dan Games di Samparona

F4.2a Foto bersama seusai melakukan serangkaian kegiatan 1
Foto bersama seusai melakukan serangkaian kegiatan

Peliput: Ady Cacung

BAUBAU, BP- Pelatihan Pemuda Tanggap Rawan Sosial yang digelar oleh Kader Pengembang Moral Etika Pemuda Indonesia (Kapmepi) Kota Baubau beberapa waktu lalu berakhir di Bumi Perkemahan Samparona Kaisabu Kecamatan Sorawolio Kota Baubau. Pemberian materi dilakukan di luar ruangan (Outdoor -red) dan ditutup dengan games pada Jumat (07/12).

Sekretaris Kapmepi Wa Ode Asnianti Sirza dihubungi media ini Sabtu (8/12), menjelaskan kegiatan ini berbentuk pelatihan Relawan Tanggap Sosial bertema “Membentuk Karakter Pemuda yang Peduli dalam Mengokohkan Kesatuan Sosial”. Dirangkaikan dengan games untuk mengedukasi para pemuda yang turut serta ikut andil dalam kegiatan ini dan mengambil peran dalam menangani masalah sosial di masyarakat.

“Mereka adalah perwakilan dari masyarakat, karakter mereka dibentuk untuk menjadi relawan juga pemecah dari problem konflik yang sering terjadi dalam masyarakat,” jelasnya.

Menurut Asni, antusias dari semua peserta sangat baik, terutama dari perwakilan dari SMA/sederajat responsifnya bagus. Awalnya, pihaknya mengira jika peserta dari siswa SMA ini akan kurang responsif selama kegiatan. Terlebih ketika pemberian materi di luar ruangan mereka terlihat gembira. Jenis permainan outbond yang diberikan antara lain games lempar bola dan flying fox.

“Mereka sangat antusias dan berterima kasih banyak karena mereka banyak mendapat ilmu terkait permasalahan sosial yang ada di masyarakat dan cara menanganinya, memiliki teman-teman baru, serta pengalaman baru dalam menghadapi masalah sosial di masyarakat,” tandasnya.

Pihaknya berharap agar materi yang telah disampaikan dapat tersalurkan dengan baik dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial masing-masing peserta. Diharapkan juga, agar silaturahmi para peseta tetap terjaga meski kegiatan telah berakhir.

“Semoga antusias dan semangat mereka tidak sampai selama pelatihan saja, tapi bisa berlanjut sampai di lingkungan mereka masing-masing, menjadi pelopor terhadap masalah sosial di sekitar mereka, dan bisa terlibat langsung dalam setiap program sosial,” tutupnya. (#)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version