Site icon BAUBAUPOST.COM

Pengelolaan Bus Bantuan Presiden akan Diserahkan pada Swasta

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Setelah resmi diterima oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, bus bantuan Presiden RI sebanyak lima unit akan segera dimanfaatkan. Untuk pengelolaannya akan diserahkan kepada badan usaha (swasta).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hado Hasina ditemui di Kantor Walikota Baubau, Kamis (20/12) mengatakan akan disusun regulasi terlebih dahulu terkait pengelolannya. Pihaknya berharap ada koperasi maupun pihak masyarakat yang tertarik untuk mengelolanya.

“Nanti dikelola badan usaha, baik itu koperasi ataupun masyarakat, karena ini akan menghasilkan,” katanya.

Sebagai langkah awal jelas Hado, bus akan mengangkut penumpang secara massal mulai dari Warumusio, singgah di halte Lippo Plaza, halte-halte lainnya di dalam kota hingga ke halte Pantai Nirwana pulang pergi. Untuk jalur luar kota, pihaknya akan memberi izin.

“Bus ini tidak boleh keluar dari jalur yang sudah ditentukan. Namun kalau untuk ke Buton Selatan, nanti saya kasih izin dari provinsi,” jelasnya.

Lanjut Hado, bantuan bus yang diberikan dipastikan harus dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Baubau. Termasuk hingga ke kawasan Palagimata.

“Akan ada yang melayani di kawasan perumahan sini (Palagimata),” tuturnya.

Pihaknya akan menguji coba terlebih dahulu pengoperasian bus ini terhadap minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi umum.

“Dinas Perhubungan belum punya biaya operasional, nanti kalau ada badan usaha yang bisa mengoperasikan, nnti akan diberi izin dari Pemkot,” tandasnya.

Untuk kebutuhan Kota Baubau terhadap moda transportasi umum, menurut mantan Pj Walikota Baubau ini perlu disesuaikan dengan infrastruktur yang ada. Saat ini terdapat delapan titik halte yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sultra dan akan ditambah lagi empat halte dari Pemkot Baubau.

Bus ini digunakan untuk rekayasa mengurangi kepadatan arus lalu lintas di dalam Kota Baubau yang akan terkoneksi dengan halte-halte Kawalingka yang telah dibangun. Dishub Kota Baubau juga berencana menyiapkan pengelolaan bus oleh operator yang telah ditunjul.

“Bagaimana nanti kebijakan penggunaannya, harapan kami ada semacam lembaga yang mengelolanya. Ini dalam rangka merekayasa lalu lintas,” kata Sekretaris Dishub Baubau Muhammad Yunus.

Sementara untuk para driver diseleksi jika operator pengelolanya telah terbentuk. Sementara untuk penyusunan regulasinya, Dishub Kota Baubau akan melakukan studi banding di daerah yang sudah lebih dulu menerapkan moda transportasi ini. (**)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version