Site icon BAUBAUPOST.COM

AS Tamrin Raih Medali Juang 9 Windu Kemerdekaan RI

F01.3 Gubernur Ali Mazi saat menyematkan Medali Juang 9 Windu Kemerdekaan RI kepada Walikota AS Tamrin. FOTO Diskominfo

Editor: Zaman Adha

KENDARI, BP – Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH kembali memperoleh medali penghargaan. Kali ini, walikota dua periode itu menerima penghargaan Medali Juang 9 Windu Kemerdekaan RI dari Dewan Harian Nasional 45 pada upacara Hari Ulang tahun (HUT) Sultra ke 55 di Pelataran Kantor Gubernur Sultra, Sabtu (27/4).

Dirilis Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, Drs Sadarman MSi, medali disematkan langsung oleh Gubernur H Ali Mazi SH. Penghargaan tersebut diberikan, dalam rangka memperingati 9 Windu Kemerdekaan Republik Indonesia, atas peranserta dan pengabdiannya dalam upaya melestarikan dan membudayakan jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan 45 sebagai nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia.

Piagam dan penghargaan ini, ditandantangani Ketua Dewan Kehormatan Nasional 45 Jenderal TNI Purnawirawan M Try Sutrisno dan Ketua Umum Dewan Harian Nasional 45 Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Dr H Ramli Hasan Basri.

Ali Mazi juga menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para kelompok pejuang pendiri Provinsi Sulawesi Tenggara. Baik kepada para mantan gubernur, mantan pj gubernur, mantan wakil gubernur, serta para tokoh Sulawesi Tenggara.

“Upacara ini jangan hanya dijadikan acara seremonial semata, namun kita jandikan motivasi, spirit dalam membangun daerah sulawesi Tenggara agar lebih baik di masa-masa yang akan datang. Sultra telah berkomitmen dalam satu visi pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018 – 2023 yaitu terwujudnya Sulawesi Tenggara yang Aman, Maju, Sejahtera dan Bermartabat, yang di jabarkan dalam misi pembangunan daerah,” paparnya.

Secara pribadi dan atas nama pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara Ali Mazi menyampaikan kecintaan, eksistensi, kebanggaan dan kecintaan kita kepada daerahnya dengan priinsip kekuatan budaya lokal untuk menata kehidupan masing-masing selaku individu dan keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ia mengutip falsafah masyarakat yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat lokal Sulawesi Tenggara antara lain Bolimo Karo Sumanamo lipu, Tapopiara piara tapoangka angkataka, Inae tanusara yipinae, inae liasara inae petaposara.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak peringatan HUT Sultra ini diwarnai penggunaan busana khas lokal budaya Sulawesi Tenggara. Ali Mazi sebagai inspektur upacara tampil dalam busana khas Kesultanan Buton, demikian pula Walikota AS Tamrin, tampil manis dengan busana sepadan namun kopiahnya menggunakan Songkok To Bone. (**)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version