• Pasokan Gula Pasir Dari Bulog 200 Ton Juga Sudah Masuk di Baubau

Peliput: Zaman Adha — Editor: Ardi Toris

BAUBAU, BP – Harga bawang merah di Kota Baubau mengalami kenaikan yang signifikan. Belum lama ini, harga bawang merah di pasaran bahkan menyentuh angka Rp 65 ribu per kilogram.

Kabag Ekonomi Setda Baubau Ali Hasan mengatakan baru-baru ini di Kota Baubau sudah masuk stok bawang merah melalui pelabuhan batu. Dengan stok sebanyak itu, diharapkan dapat merasionalisasi harga bawang merah hingga Rp 35 ribu per kilogram.

“Kemarin sudah masuk bawang merah 15 ton dari jembatan batu, terakhir lagi ada pembongkaran 15 ton, jadi sudah 30 ton. Harga bawang merah memang belum normal, tapi sudah berangsung turun,” katanya saat ditemui, Kamis (18/06).

Kabag Ekonomi Kota Baubau La Ode Ali Hasan Foto Zaman Adha –BaubauPost

Pasokan bawang merah yang masuk ke Kota Baubau, berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Makassar.

Lonjakan harga bawang merah kata dia, tidak hanya terjadi di Kota Baubau namun juga daerah lainnya di Indonesia. Kenaikan harga terjadi, karena dari daerah asalnya harganya naik. Selain itu, hujan beberapa minggu belakangan mempengaruhi hasil panen bawang merah.

“Sehingga pasokanya terlambat,” tandasnya.

Tidak hanya bawang merah, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas gula pasir yang sempat melonjak hingga Rp 20 ribu per kilogramnya. Namun berkat intervensi dari Bulog, harga berangsur turun.

Kemudian, pasokan gula dari Bulog juga telah masuk ke Kota Baubau sekitar 200 ton. Diharapkan pula, dengan stok tersebut dapat menstabilkan harga gula pasir di pasaran.

“Kita berharap turun terus, hingga sesuai dengan HET yang ditetapkan yakni Rp 12.500 per kilogram. Tetapi standar kita Rp 13 ribu per kilogram,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, agar tidak ada pihaknya yang sengaja melakukan penimbunan terhadap barang kebutuhan masyarakat. Pihaknya tidak segan untuk memberikan sanksi tegas terhadap oknum ‘nakal’.

“Kita tetap pantau terus perkembangan harga dan jangan main borong-borong. Setiap saat pasokan ada karena distributor sudah banyak komunikasi dengan pemerintah,” pungkasnya. (**)

Pin It on Pinterest