Site icon BAUBAUPOST.COM

Pro kontra Pedagang Kembali Jualan Di Pasar Laompo

F2.1 Kadis Koperasi UKM Perindustrian dan Pedagangan Buton Selatan Mz Amril Tamim

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Sejak awal bulan Ramadhan sejumlah pedagang asongan yang berada di pasar Bandar Batauga kembali menjajakan jualannya di pasar Laompo, hal ini menimbulkan pro dan kontra dikalangan pedagang.

Isu kembalinya sebagian pedagangan asongan di Pasar Laompo karena pendapatan penjualan di lokasi Pasar Baru Bandar Batauga dirasa kurang menguntungkan atau aktifitas jual beli dipasar baru itu lesu.

Padahal pemerintah daerah melakukan relokasi pasar Lampo ke pasar Bandar Batauaga diawal bulan Februari, karena pasar baru itu dianggap lebih representatif. Pasar Laompo dianggap sudah tidak layak, aktifitas jual beli ditepi jalan poros telah mengganggu arus lalu lintas, bukan hanya itu, pasar Laompo tampak kumuh ditengah ibu kota.

Kembalinya sejumlah pedagang ke Pasar Laompo, Rabu (15/05) pagi berbuntut kisruh antara Satpol PP. Sejumlah lapak dibongkar petugas. Namun aksi itu mendapat perlawanan dan protes dari pedagang. Hingga pedagang mengadu ke kantor DPRD Busel untuk mendapatkan dukungan. Namun tetap saja petugas melakukan pembongkaran ditengah protes pedagang.

Kasat Pol PP Busel Dirman mengatakan pembongkaran sejumlah lapak di Pasar Laompo, berdasarkan intruksi dalam surat edaran Bupati Busel tetanggal 5 Maret 2019. Yang sebelumnya didahului sosialisasi secara persuasif kepada pedagang.

Saat itu para pedagang meminta waktu lebih untuk membongkar sendiri lapaknya hingga 14 Mei. Kegiatan itu dilakukan secara persuasif dan diamini oleh pedagang untuk direlokasi secara tertib.

“Makanya hari ini kita lakukan penggusuran. Karena kami dipanggil diperintahkan dan dipertegaskan sebagaimana surat edaran Bupati tanggal 5 Maret 2019,” katanya.

Hingga kemarin sore para pedagang gorengan dan makanan siap saji bergesar di depan pasar Laompo tepat di taman memajang mengikuti badan jalan menjajakan jualanya. Kondisi ini menimbulkan pro kontra sesama pedagang baik yang ada di pasar Bandar Batauga.

Kepala Disperindagkop Amril Tamim melalui Kabid Perdagangan, Wa Ode Niny Suharni SP mengatakan, wajar ada sebagian pedagang mencoba kembali ke Pasar Laompo karena para pedagang belum terbiasa berjualan di Pasar Bandar Batauga.

Kata dia, sosialisasi pemindahan pasar laompo ke pasar baru bandar Batauga sudah cukup lama disampaikan kepada para pedagang. Tahapan sosialisasi pendekatan persuasif sudah dilakukan namun tak diindahkan.

“Tapi kalau sudah terbiasa Insya Allah mereka akan stabil sendiri,” katanya.

Adanya keluhan air bersih di pasar baru Bandar Batauga Pemkab sudah memenuhi ketersediaan air bersih oleh PDAM Busel. Sejumlah keluhan secara perlahan diatasi. Terkait masih ada pedagang yang berjualan di jalan raya, Pemda telah jauh hari menyampaikan dan mengimbau pedagang untuk mengangkut lapaknya ke pasar baru. Namun memang hal ini belum diindahkan oleh semua pedagang.

Kadisperindagkop Busel MZ Amril Tamim mengatakan, kondisi bangunan pasar lama Laompo saat masih Pemerintah Kabupaten Buton, sudah tidak layak untuk aktifitas jual beli. Apalagi tepat ditengah ibu kota, pasar Laompo sudah terlihat kumuh.

Menurutnya, Pemkab membuatkan pasar yang lebih nyaman, modern yang lebih representaf. Pasalnya jika masih bertahan di pasa Laompo maka sudah tidak layak lagi. Apalagi berada tepat di tepi jalan utama ibukota. Maka sudah sepantasnya masyarakat berubah cara pandangnya. Sehingga putaran ekonomi masyarakat akan lebih baik dengan adanya pasar baru.

“Pelaku pasar cukup banyak yang ingin juga mendapatkan tempat di Pasar Bandar Batauga, bahkan tiga kali lipat dari pelaku pasar Laompo ingin berjualan di situ. Sebenarnya jika masih ada area kosong pasar yang cukup besar, kenapa tidak, semua diakomodir. Tapi kita perlahan akan tata dan atur secara rapi,” tuturnya.

Lanjutnya, yang utama itu semua pelaku pasar Laompo pindah ke Bandar Batauga dan diharapkan tidak ada lagi yang berdagang di Pasar Laompo. Karena sesuai perencanaan daerah, pasar lama akan ditata menjadi ruang terbuka hijau, sehingga mempercantik wajah ibu kota kabupaten.

Ia mengaku setelah pedagang pindah, Disperindag akan melakukan evaluasi, melihat kekurangan dan kebutuhan apa lagi yang akan disiapkan guna menunjang aktifitas pelaku pasar Bandar Batauga.

Ditambahkannya, dalam perencanaan tata ruang pemerintah daerah Pasar Batauga ke depan akan dibangun terminal permanen dan memiliki dermaga sebagai penghubung dari wilayah-wilayah Busel kepulauan.

“Prosepek Kelurahan Bandar Batauga dimasa depan akan menjadi Daerah pertumbuhan ekonomi baru,” tukasnya (*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version