Site icon BAUBAUPOST.COM

Ratusan Mahasiswa Unidayan Tolak Kenaikan SPP

f01.1 Mahasiswaaaaaaaaaaaaa

Peliput: Zul PS

BAUBAU, BP – Kenaikan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di Universitas Dayanu Ikhsanuddin, mendapat penolakan. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa se-Fakultas Unidayan menggelar aksi di halaman kampus, Selasa (02/07).

Salah satu perwakilan mahasiswa Dalman dalam orasinya mengatakan, sejak beberapa bulan yang lalu, SPP telah menjadi bahan diskusi di kalangan mahasiswa. Bahkan saat ini menurutnya, kenaikan SPP menjadi momok menakutkan bagi mahasiswa.

“Sejak beberapa bulan yang lalu menjadi momok menakutkan bila hal ini tidak dikontrol. Karena SPP merupakan jantung universitas,” katanya.

Lanjutnya seharusnya pihak rektorat belajar dari pengalaman penurunan jumlah mahasiswa Unidayan dari tahun ke tahun. Sehingga menaikkan uang SPP bukanlah kebijakan yang baik.

Hal senada diungkap, perwakilan mahasiswa lainnya Fando. Pihaknya sangat tidak menyetujui adanya kenaikan SPP. Hal ini juga akan menghambat terwujudnya Visi misi dari Unidayan yang menginginkan menjadi Universitas unggulan di kawasan Indoensia timur.

” Kami tidak sepakat karena kami takut Unidayan akan punah. Bukan kami tidak menginginkan pembangunan, bila Sumber Daya Manusia (SDM) tidak dibangun, agar kita bisa unggul di kawasan Indonesia timur,” tuturnya.

Kenaikan SPP juga ditakutkan akan berdampak pada minat siswa yang akan mendaftar di Unidayan. Bukan hanya itu, bila hal ini diabaikan maka dapat mengakibatkan terjadi Pemututusan Hubungan Kerja (PHK) di tataran Birokrasi Unidayan.

” Penerimaan mahasiswa Unidaya berkurang, kenaikan SPP bukan akan berdampak pada minat siswa masuk ke unidaya saja, Bila hal ini terus berjalan maka akan terjadi PHK besar-besaran, ingat Satpam dan para Dosen,” bebernya.

Menerima aspirasi mahasiswa, Wakil Rektor III Unidayan Andi Tendri mengapresiasi gerakan aspirasi sebagai bentuk eksistensi mahasiswa. Namun dirinya mengingatkan, agar mahasiswa tidak mudah terintervensi pihak dari luar.

Sementara itu, Rektor Unidayan LM Sjamsul Qamar menjelaskan, kenaikan SPP hanya berlaku untuk mahasiswa yang baru mendaftar. Meski SPP dipatok cukup tinggi, namun tidak serta merta menyurutkan niat mahasiswa untuk kuliah.

“Pengalaman kita, minat kepada jurusan itu variabelnya bukan hanya SPP, yang lain juga ada. Walaupun tinggi SPP-nya kedokteran itu menjadi minat sesorang. Sekarang di Informatika paling tinggi jumlah mahasiswanya, padahal SPP-nya paling tinggi juga, jadi variabelnya bukan hanya SPP,” jelasnya.

Terkait aspirasi yang disampaikan oleh Mahasiswa, pihakanya akan mempertimbangkan dan mengevaluasi kenaikan SPP.

Amatan koran ini, mahasiswa membawa keranda yang bertuliskan tolak kenaikan SPP, dan beberapa selembaran yang bertulis Unidayan sebagai yayasan pendidikan yang tidak berjalan sesuai cita cita Negara karena Unidayan layaknya sebagai Pemeras mahasiswa di bawah sistem kapitalis yang menjadikan mahasiswa sebagai komoditas. (*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version