Site icon BAUBAUPOST.COM

UMU Buton Resmi Dibuka di Kota Baubau

F5.1 Ketua Yayasan UMU Buton Drs H Ibrahim Marsela MM Saat Membawakan Sambutan Penyerahan SK Izin Oprasional dan Peresmian Kampus UMU BUton di Kota Baubau

BAUBAU, BP- Satu lagi lembaga perguruan tinggi lahir di Kota Baubau. Universitas Muslim (UMU) Buton resmi dibuka melalui Penyerahan SK Izin Oprasional dan Peresmian Berdirinya Kampus UMU Buton, oleh Yayasan Pendidikan Indonesia Kepulauan Buton, Sabtu (06/07) di Gedung Maedani.

UMU Buton merupakan salah satu universitas bernafaskan islam di Kota Baubau yang bertagline Membentuk Karakter Calon Pemimpin Bangsa. Olehnya melalui lembaga institusi tersebut, Ketua Yayasan UMU Buton Drs H Ibrahim Marsela MM dalam sambutannya, secara khusus memprioritaskan pembinaan karakter dan budi pekerti kepada para mahasiswa melalui kajian agama guna melahirkan generasi penerus bangsa yang berkarakter baik dengan nilai-nilai keislaman sebagai panduannya.

” Kita berharap setelah mereka masuk di UMU Buton, karakter dan budi pekerti para mahasiswa akan dibina secara khusus melalui kajian agama sehingga mereka juga bisa menjadi tim dakwa nantinya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, UMU Buton juga akan membuka kelas miskin teruntuk mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi, dengan melakukan seleksi penerimaan sebanyak tiga orang sebagai perwakilan masing-masing Program studi (Prodi). Mahasiswa yang terpilih dapat mengikuti pendidikan secara gratis sejak awal semester sampai dengan wisuda S1.

” Meraka akan saya titipkan dua sampai tiga orang pada masing-masing jurusan guna mengikuti perkuliahan gratis sampai dengan S1. Saya sudah bentuk tim yang bertugas melakukan seleksi, sebab program itu akan saya wujudkan di tahun ini,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, ditengah pergaulan dalam kampus, para mahasiswa diwajibkan untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris. Olehnya itu, pihak Yayasan bakal membentuk satu lembaga institut yang nantinya akan menjadi wadah pembinaan bahasa inggris untuk seluruh mahasiswa.

” Saya akan wajibkan para mahasiswa harus mempu berbahasa inggris. Untuk itu, saya akan membentuk satu institut di dalam kampus khusus untuk membina seluruh mahasiswa agar dapat berkomunikasi dalam bahasa inggris,” tandasya. (*)

Peliput: Arianto W

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version