Site icon BAUBAUPOST.COM

Rendah di 2016, Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap Polri Meningkat

F6.0 Kapolres Baubau AKBP Hady Winarno saat menyalami personelnya

BAUBAU, BP – Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke 73 tahun ini dilaksanakan di di Mapolsek Bungi Kota Baubau, Rabu (10/07). Dalam sambutannya, Kapolres Baubau AKBP Hady Winarno mengakui, Polri merupakan salah satu dari tiga institusi yang miliki tingkat kepercayaan publik rendah.

“Pada tahun 2016 Polri termasuk dalam tiga institusi yang tingkat kepercayaan publik rendah,” ungkapnya.

Namun, dalam tahun implementasi program moneter telah menunjukan hasil baik, kepercayaan publik kepada Polri terus meningkat. Saat ini kata Winarno, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga yang kredibel, Polri telah berada dalam tiga besar lembaga yang dipercaya oleh publik.

Tak hanya itu kata dia, bersama-sama TNI dan komponen bangsa lainnya, telah menjadi pilar kemanan Republik Indonesia. Olehnya itu, selama tiga tahun belakang ini, berbagai perbaikan telah dilakukan.

“Melalui program promoter, peningkatan kinerja, peningkatan kultur dan manajemen media,” ungkapnya.

Dijelaskan, peningkatan kinerja dilakukan dengan menekan budaya koruptif dan menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan. Juga peningkatan kinerja terwujud dengan peningkatakn kualitas pelayanan publik, profesionalisme dalam penegakan hukum dan memelihara stabilitas kamtibmas secara optimal. Sedangkan, manajemen menurutnya, dilaksanakan pada media konvensional dan media sosial dengan menyampaikan berbagai upaya Polri dengan selalu menjaga kamtibmas dan meminimalisir berita-berita negatif, hoaks dan ujaran kebencian.

Dijelaskan, dalam peringatan hari HUT Bhayangkara ke 73 ini merupakan suatu momentum meleburnya berbagai elemen kepolisian dalam satu institusi yang bersifat nasional pada peristiwa 01 juli 1946 lalu. Peringatan itu terkait erat dengan terbitnya penetapan pemerintah dengan nomor 11 tahun 1946. Penetapan tersebut membuat jawatan kepolisian negara yang semula berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri hingga ditetapkan menjadi jawatan tersendiri yang langsung di bawah jawatan tersendiri.

“Kami bersyukur sampai saat ini Polri tetap survive melaksanakan tugasnya sebagaimana diatur dalam UUD, hingga Polri saat ini memiliki anggota 446.873 personil dalam 34 polda, yang berada di 34 Provinsi, 461 Polres yang berada di 514 Kabupaten/Kota, serta di 4.872 Polsek di 7.201 Kecamatan,” urainya.

Dikatakan, peningkatan nilai akuntabilitas Polri dari 72,11 di tahun 2017 menjadi 74,8 di tahun 2018 dan peningkatan indeks reformasi birokrasi Polri dari 73,65 di tahun 2017 menjadi 75,18 di tahun 2018, serta terwujudkan 69 zona integritas d ilingkungan Polri.

“Kami menyadari sepenuhnya berbagai capainya tersebut tidak akan dapat dicapai tanpa dukungan masyarakat sehigga Polri dapat laksanakan tugas tersebut dengan maksimal. Berbagai capaian itu akan terus dilakukan Polri untuk meningkatkan kepercayaan publik di era demokrasi ini,” tutupnya. (*)

Peliput : Asmaddin

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version