- AS Tamrin: Diperlukan Wadah Pemersatu
BAUBAU, BP- Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau berupaya untuk mengidentifikasi cikal bakal masuknya paham radikal di daerah ini. Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) mengadakan Seminar awal Kajian Optimalisasi Peran dan Fungsi Forum Kewaspadaan Daerah dalam Menangkal Paham Radikal, Rabu (24/07).
Kegiatan itu digelar di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dibuka resmi Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH. Turut hadir tokoh agama, pemuda, unsur masyarakat, dilegasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga akademisi.
Dalam sambutannya, AS Tamrin mengatakan, Kota Baubau memiliki banyak suku, etnis, budaya hingga agama. Maka diperlukan wadah khusus untuk menyatukan semuanya. Sehingga dapat mencegah masuknya paham radikal melalui perantara suku maupun agama.
“Bertolak pada keberagaman suku, etnis, budaya dan agama, keberagaman itu bisa menimbulkan konflik, oleh karena itu pemerintah membetuk wadah dalam menangkal paham radikal yang dapat memecah belah masyarakat,” katanya.
Orang nomor satu di Kota Baubau itu menyebut, Pemerintah Daerah mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mewujudkan kedamaian dan keamanan masyarakatnya, sebagaimana tertuang dalam perundang-undangan.
“UU No 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah menyatakan secara jelas bahwa unsur pemerintah daerah adalah eksekutif dan legislatif yang mempunyai peran dan tanggung jawab yang sama dalam memajukan daerah,” tutur AS Tamrin.
Ia berharap, dengan adanya seminar tersebut dapat mencegah masuknya paham-paham radikal yang dapat memecah belah mengancam persatuan dan kesatuan masyarakat Kota Baubau.
“Harapan utama Pemkot Baubau dengan seminar tersebut adalah, untuk mewujudkan Kota Baubau yang tertib, aman dan nyaman dan berbudaya dalam upaya percepatan pembangunan,” pungkas Doktor Ilmu Pemerintahan itu.
Peliput: Gustam

