BAUBAU, BP- Raja Telur, perusahaan ternak ayam petelur di Kota Baubau berencana untuk melebarkan investasinya. Bahkan ditargetkan nilainya hingga Rp 100 miliar.
Pemilik usaha Raja telur Baubau Jhon Park menjelaskan, usaha yang dijalaninya sudah menelan anggaran yang cukup besar. Pihaknya terus mengembangkan usaha ini untuk memiliki hingga 100 ribu ekor ayam petelur.
“Investasi di sini sudah mencapai Rp 30 miliar dan rencana akan ditambah sampai Rp 100 miliar,” jelasnya saat ditemui Kamis (25/07).
Dalam merintis usahanya di Kota Baubau, telah dilakukan berbagai uji coba. Saat dibangun lima tahun lalu, kandang awal dibangun untuk menampung 3 ribu ekor ayam petelur.
Tanah yang disewa saat itu seluas 1,5 hektar untuk ternak ayamnya, namun pihaknya telah memiliki tanah seluas 2 hektar yang dapat menampung 20.000 ekor ayam.
“Pas kita cari kita ketemu lagi dan rencana kita akan membangun kandang untuk 100.000 ekor ayam di sini,” katanya.
Produksi telur ayamnya akan terus ditambah. Peluang yang besar di Kota Baubau telah dilirik.
“Karena di Baubau butuh banyak telur, biasanya di Baubau telurnya dari Bajoe Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Menurutnya, permasalahan sekarang harga telur semakin mahal dan agak kurang segar. Pasalnya di Kota Baubau belum memiliki produksi telur yang banyak.
Untuk itu, pihaknya mengambil inisiatif untuk menjual harga di bawah pasar untuk dapat memenuhi kebutuhan harian masyarakat Kota Baubau. Penyortiran telur dilakukan sebelum didistribusikan ke pasaran.
“Di sini beda karena setiap hari panen, setiap hari jual. Semua telurnya kita sortir dulu ada kotoran kita bersikan, telur yang retak kita pisahkan,” ungkapnya.
Ditambahkan, pakan ternak yang dibutuhkan oleh ayam petelurnya dalam sehari, bisa mencapai 2 ton untuk semua kandang.
Sementara untuk karyawan saat ini masih berjumlah 30 orang. Pihaknya juga berencana menyerap tenaga kerja yang lebih besar, hingga 100 orang. (#)
Peliput: LM Syahrul

