BATAUGA,BP-Sejumlah persiapan sedang dioptimalkan Sekolah Dasar Negeri 2 Bangun, Kecamatan Sampolawa, bersama Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) untuk melaju ke Lomba Sekolah Sehat tingkat nasional. Salah satunya dengan perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana yang menjadi point penting, agar masuk dalam kategori sekolah sehat.
“Persiapan pembenanahan sekolah sehat itu kurang lebih satu tahun, sebenarnya dari tahun 2018 kami mewakili Kabupaten Buton Selatan tetapi saat itu kami ada kekurangan sehingga kami pada tahun 2019 alhamdulilah coba ikut dan kami masuk tiga besar ditingkat Propinsi Sultra,” ucap Kepala Sekolah SDN 2 Bangun, La Suhman, SPd SD saat ditemui belum lama ini.
Kata Suhman, menuju sekolah sehat tingkat propinsi Sultra dan menuju tingkat nasional, SDN 2 Bangun mendapat pendampingan dari sejumlah OPD, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Kesra Setda Busel.
“Jika kami mendapat mendapat juara pertama, yang pemenang lomba akan dibacakan saat HUT RI 17 Agustus di Pemerintahan Prpoinsi, maka SDN 2 Bangun mendapat kesempatan mewakili Propinsi ke Tingkat Nasional di tahun 2020,”tuturnya.
Sejauh ini, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan telah membantu sarana dan prasana yang menjadi point penilaian. Misalnya pembangunan musolah, pembuatan taman-taman dan lainnya. Kriteria sekolah sehat pada dasarnya meliputi penyelenggaraan pendidikan kesehatan, penyelenggaraan pelayanan kesehatan di sekolah, pembinaan lingkungan kehidupan sekolah baik fisik, mental maupun lingkungan sekolah.
“Tujuan sekolah sehat agar siswa dalam proses belajar dalam kondisi sehat, sehat dalam arti proses belajarnya, pakaian seragamnya, semua siswa ke sekolah itu dapat membiasakan hidup sehat , diawali dari rumah, sekolah, dan masyarakat agar melakukan aktifitas hidup sehat,” tuturnya.
Ditambahkannya, SDN 2 Bangun juga menjadi pilot projek atau sekolah percontohan bagi sekolah lainnya di Busel. Sejak 2017 SDN 2 telah mengikuti program nasional full day school.
“Jadi siswa dikelas renda dapat makan disekolah dengan baik, diajari mulai dari cuci tangan sebelum makan dan seterusnya soal pendidikan rohani,” tukasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Busel La Makiki mengatakan mengapresiasi langkah Kepala SDN 2 Bangun dalam membangun karakter siswanya. Mulai mengikuti program nasional full day school dan saat ini telah masuk tiga besar lomba sekolah sehat tingkat Propinsi Sultra.
“Kami selalu melakukan koordinasi dengan SDN 2 Bangun apapun bentuknya dalam memajukan sekolah,” ucap La Makiki.
Ditambahkannya, pemerintah daerah akan memberikan bantuan dalam memperbaiki sarana dan prasana sekolah sesuai kebutuhan. Dalam anggaran perubahan juga akan diberikan bantuan sarana fisik.
“Kami berharap bukan hanya SDN 2 Bangun yang memiliki motivasi tinggi dalam memajukan sekolah dan anak didiknya, tetapi dapat diikuti sekolah-sekolah lain di Buton Selatan,” tutupnya.
Peliput : Amirul

