Site icon BAUBAUPOST.COM

Mahasiswa Kendari Tuntut Keadilan Kematian Dua Rekannya

F01.1 Massa aksi saat menyampaikan tuntutannya di depan Kapolda Sultra

Massa aksi saat menyampaikan tuntutannya di depan Kapolda Sultra

KENDARI, BP – Mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO) yang tergabung dalam Perkumpulan Cipayung terus-menerus menyambangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra). Mahasiswa terus menuntut agar pembunuh Imawan Randi (22) dan Yusuf Kardawi segera diusut tuntas.

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan gabungan dari Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UHO, KBM Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Mandala Waluya, dan KBM STIMIK Bina Bangsa.

Demonstrasi yang digelar Rabu (02/10) secara damai ini bukan lagi menuntut tentang RUU dan UU KPK. Namun aksi yang dilakukan sejak tanggal 30 september hingga 2 Oktober, untuk menuntut pengusutan atas kematian dua mahasiswa kendari yang tewas dalam demonstrasi yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu pula Kapolda Sultra yang belum lama dilantik Brigjen Pol Merdisyam, berjanji akan menjamin penuntasan kasus ini dengan transparan dan terbuka. Pihaknya juga berjanji, penuntasan kasus ini akan dilakukan secepatnya.

“Pengungkapan ini tidak ada yang akan ditutup-tutupi, pengawasan yang akan dilakukan tim eksternal di bawah Ombudsman yang ada,” katanya di depan ratusan massa aksi di depan Mapolda Sultra.

Kapolda juga meminta kepada mahasiswa dan masyarakat melapor jika memiliki informasi atau bukti terkait tewasnya Randi dan Yusuf. “Saya meminta jika mahasiswa ada informasi atau bukti, kami menunggu informasi itu diberikan kepada kami,” harapnya.

Ketua KBM UHO Maco dalam aksinya meminta kepada Kapolda Sultra untuk mencopot Kapolres Kendari, karena berbagai rentetan peristiwa tindakan kepolisian jatuh banyak korban, termasuk meninggalnya Randi dan Yusuf.

Pihaknya juga mendesak polisi untuk menuntaskan kasus kematian dua rekannya 1×24 jam. “Kami juga punya tanggung jawab moral kepada keluarga korban,” tegasnya.

Terpantau sejak 1 Oktober, puluhan massa dari aksi unjuk rasa damai, berorasi di depan bentangan kawat duri menuntut agar pihak Polda sultra segera mengusut tuntas kasus kematian dua kawan mereka.

“Pertama meminta agar pihak kapolda dan kapolres setempat segera mengusut kasus kematian randi dan yusuf yang meninggal tanggal 26 september 2019 lalu serta menghukum selama-lamanya, kedua meminta kepada kapolda sultra agar serta memecat kapolres yang diangkap lalai mengamankan aksi diwilayahnya yang mengakibatkan dua orang mahasiswa uho meninggal dunia,” ujar jendral lapangan Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO, Alwin.

Terkait tuntutan ini mewakili Kapolda Sultra Dirintel Polda Sultra Hartoyo mengatakan, akan bertanggung jawab dan segera akan mengusut kasus meninggalnya dua mahasiswa tersebut. Pihaknya juga turut prihatin atas peristiwa 26 September lalu.

Melalui perintah Kapolri pihaknya telah membentuk tim investigasi gabungan untuk mengusut tuntas kasus ini, yang terdiri dari Itwasum, Propam, dan Bareskrim. Bahkan seluruh personel pengamanan yang terlibat dalam pengamanan unjuk rasa beberapa waktu lalu di gedung DPRD Sultra telah dimintai keterangan diperiksa,

“Kemarin ada beberapa perwakilan yang telah meminta infomasi dari tim tersebut yaitu dari Ombudsman Sultra dan dari perwakilan UHO, yang nantinya sebagai tim Advokasi dari UHO, yang memang diminta untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja dari tim gabungan ini. Agar supaya tim gabungan ini agar bekerja secara terbuka transparan dan dapat dipertanggung jawabkan akuntabilitasnya,” jelasnya.

Peliput: Risnawati

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version