BATAUGA, BP – Desa Lapandewa Jaya, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan (Busel) mendapat kucuran dana keseraian sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Total anggaran kuncuran dana tersebut sebesar Rp 150 juta dan telah direalisasikan kepada warga penerima manfaat di wilayah tersebut.
Sesuai kesepakatan bersama masyarakat, anggaran itu sebagian besar diperuntukan untuk pembangunan fasilitas umum yakni, pembuatan akses jalan dari Dusun Lamandila ke pemukimam baru wucu, dengan total panjang kurang lebih 800 meter dengan anggaran kurang lebih 100 juta. Sisanya atau Rp 50 juta dimanfaatkan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM() bidang usaha untuk peningkatan kesejahteraan.
Kepala Dinas Sosial Busel Kostantinus Bukide mengatakan, bahwa tujuan mendasar dalam pemberian program Keserasian Sosial ini adalah untuk mencegah terjadinya konflik serta menjaga keharmonisan di tengah-tengah masyarakat yang selali tetap terjaga. Konflik dalam pengertiannya bukan hanya berarti pertikaian, maupun perselisihan antar kelompok, namun kurangnya infrastruktur pun juga menjadi salah satu kriteria konfliknya.
Dikatakan, selain bantuan tersebut Busel juga keciprat bantuan dana Tugas Pembantu (TP) ke komunitas adat daerah terpencil di Busel dari Kemnsos RI, sebesar Rp 1.6 miliar ke Kecamatan Lapandewa. Sebanyak 33 unit rumah dalam program pembangunan rumah, di Desa Lapandeaa Jaya, proses tengah berjalan dan dalam proses perampungan.
“Sementara dalam proses perampungan oleh pihak ketiga di Lapandewa untuk program Tugas Perbantuan untuk komunitas adat daerah terpencil dari Kementrian Sosial RI,” kata Kostantinus saat ditemui belum lama ini.
33 kepala keluarga (KK) yang mendapat program pembangunan rumah atau bantuan atap, dinding dan lantai atau aladin tersebut, sebelumnya telah terseleksi. Terhitung satu unit rumah mendapatkan Rp 40 juta. Salah satu tujuamnya, yakni mencengah kesengan sosial ditengah-tengah masyarakat.
Ditambahkannya, dengan program tersebut menciptakan suatu tatanan kehidupan sosial yang serasi dan harmonis dilandasi oleh nilai dasar kebersamaan, toleransi, saling menghargai dan menghormati, sehingga dapat membangun, memantapkan dan mengembangkan serta memelihara kembali kehidupan bersama di antara anggota masyarakat.
“Ada gotong royong disana, kearifan lokal juga akan tetap terjaga dalam membangun tatanan masyarakat,” tukasnya.
Peliput : Amirul

