Site icon BAUBAUPOST.COM

Lantik 30 Kades, Arusani Minta Sinergikan Program Desa dan Pemda

F01.6 Plt Bupati Busel saat melantik 30 kepala desa

Plt Bupati Busel saat melantik 30 kepala desa

BATAUGA, BP- Setelah melewati tahapan panjang dalam Pilkades Busel tahap II dengan berbagai macam tantangan dan tepat di 24 Juni 2019 digelar pemungutan suara, akhirnya 30 kepala desa (Kades) terpilih se-Kabupaten Buton Selatan (Busel) dilantik

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Plt Bupati Buton Selatan H La Ode Arusani, unsur Forkopinda serta prjabat eselen II,III dan IV lingkup Pemda Busel yang berlangsung di Lapangan Lakarada, Kamis (3/10).

Plt Bupati Buton Selatan, Laode Arusani menuturkan menjadi kepala desa merupakan tanggung jawab yang cukup besar. Di mana, seorang Kades harus mampu menggali dan mengelola potensi sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki.

“Kades yang baru dilantik sangat diharapkan kerjasamanya dan selalu menjalankan amanah, tugas serta fungsinya dengan baik. Jadilah pelayan masyarakat desa dalam membangun desa demi kesejahteraan bersama,” tuturnya.

Arusani mengingkan kepada para Kades yang telah dilantik agar di dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan di setiap desa untuk melaksanakannya secara transparan, akuntabel, partisipatif.

Lanjutnya, begitupula dalam penyusunannya harus tertib serta memerhatikan disiplin anggaran, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Usai pelantikan ini, para Kades agar sesegera mungkin melaksanakan program-program desa demi kesejahteraan masyarakat. Gunakan dana desa yang telah diberikan sebagaimana mestinya,” ujarnya

Ia menekankan agar pembangunan desa melalui dana desa diharapkan selalu bersinergi dengan arah pembangunan jangka menengah dan jangka panjang Kabupaten Buton Selatan. Untuk itu, penting bagi Kades yang baru dilantik selalu bersikap proaktif dalam menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah

“Saat ini APBDes terbilang cukup besar. Jadi sinergitas antara Kades dan Pemerintah Daerah sangat diperlukan agar kita dapat terhindar dari tumpang tindih anggaran dalam pelaksanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tukasnya

Peliput : Amirul

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version