F4.1 Roni MuhtarRoni Muhtar

BAUBAU, BP- Di hari jadi Kota Baubau yang akan diselenggarakan pada tanggal 12-17 Oktober mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) akan memamerkan berbagai keunggulan daerah, salah satu diantaranya adalah tenunan khas Buton.

Bahkan, sejak selasa tanggal 1 Okteber lalu, ASN lingkup Pemkot Baubau sudah diintruksikan untuk memakai kampurui yang merupakan salah satu pakaian adat Buton.

Sekretaris Daerah (Sekda) Baubau Roni Muhtar berharap, dengan adanya kegiatan tersebut, dapat meningkatkan pendapatan para penenun.

“Apa yang sudah digagas teman-teman panitia, supaya betul-betul dilakukan. Jadi nanti tenun buton yang kita manfaatkan. Untuk apa, supaya para pengrajin kita bisa mengambil manfaat dengan adanya kegiatan hut kota ini,” harapnya.

Jenderal ASN Kota Baubau juga menegaskan, pada saat upacara HUT Kota Baubau nanti, semua ASN diwajibkan menggunakan pakaian adat Buton. Tujuannya, untuk mempromosikan budaya Buton, mengingat di HUT Kota Baubau nanti akan turut dihadiri daerah tetangga.

“Jadi bukan tidak ada pakaian adat, tapi pakaian adat malah (yang dipakai-red). Misalnya para OPD, itu menggunakan pakaian adat yang sesuai dengan teman apa yang dipromosikan,” tegas Roni.

Untuk diketahui, perayaan HUT Kota Baubau yang ke 478 dan 18 tahun sebagai daerah otonom itu dirangkaikan dengan dua acara besar yakni Festival Kota Tua Keraton Kesultanan Buton dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI (Sulawesi, Maluku dan Papua). (*)

Peliput: Gustam

Visited 1 times, 1 visit(s) today