F4.3 Wakil Walikota Monianse dan Sekda Roni Muhtar menghadiri Ritual Tuturangiana BatupoaroWakil Walikota Monianse dan Sekda Roni Muhtar menghadiri Ritual Tuturangiana Batupoaro

BAUBAU, BP- Tuturungiana Batupoaro merupakan ritual budaya tahunan untuk mengenang perjalanan spritual penyebaran islam pertama di tanah Buton, Minggu (13/10).

Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Moniase dalam sambutanya mengatakan, ritual ini dilakukan untuk mengenang masuknya ajaran islam pertama kali di pulau Buton.

“Syeikh Abdul Wahid bin Syarif Sulaiman yang menjadikan Batupoaro sebagai pijakan pertama saat tiba di tanah Buton pada abad ke 16 di masa pemerintahan raja Buton keenam,” katanya.

Lanjutnya, kegiatan ini juga merupakan kebiasaan masyarakat Kota Baubau yang mana penghasilan terbesarnya untuk menunjang kehidupan sehari-hari mayoritas nelayan dan berdagang. Hal ini juga yang terkandung dalam filosofi Tuturangiana Batupoaro.

“Tuturangiana Batupoaro sesunguhnya merepresentasikan nilai dan karakter kemaritiman masyarakat buton yang menjadikan laut sebagai salah satu titik pijakan sekaligus sumber pembangunan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Kota Baubau,” jelasnya.

Sebagai bentuk rasa syukur masyarakat terhadap nikmat Allah SWT melalui hasil tangkapan laut yang melimpah. Selain itu, dalam kegiatan ini pula terkandung makna kandungan PO 5 di dalamnya dan dapat dijadikan sebagai wadah tolong-melong antar sesama masyarakat Kota Baubau pada umunya.

“Serta meningkatkan kepedulian dan kesatuan bangsa, nilai saling tolong-menolong ini merupakan nilai PO 5 yang tetap kita pelihara baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang,” harapnya.

Moniase juga berharap dalam kegiatan ini dapat kita meningkatkan sektor pariwisata yang ada di Kota Baubau yang meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi.

“Harapan saya seiring dengan pelasanaan rangakayan festival keraton kseultanan buton dengan adanya acara ini maka kita juga dapat meningkatkan sektor pariwisata yang dapat meningkatkan sektor ekonomi riil dan usaha masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan tetap berpedoman pada peningkatan potensi lokal daerah dengan tetap menerapkan nilai-nilai budaya,” pungkasnya. (#)

Peliput: LM Syahrul

Visited 5 times, 1 visit(s) today