LABUNGKARI, BP – Seorang petani di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), ditemukan meninggal di kebun jambu miliknya, Sabtu (13/10) sekitar pukul 14.30 wita. Korban diketahui dengan inisial SH merupakan warga Desa Baruta Lestari, Kecamatan Sangia Wambulu.
Pria berumur 63 tahun itu, pertama kali ditemukan oleh keponakannya dengan inisial FT, setelah disuruh istri korban untuk mencarinya. Baru memasuki pagar kebun, FT kaget melihat pamanya yang sudah terbaring dalam kondisi tubuh membiru dan sudah tidak bernyawa.
Sebelumnya, korban meninggalkan rumah untuk pergi ke kebun sekitar pukul 06.00 wita, dengan menggunakan jasa ojek. Dalam perjalanan, korban meminta untuk berhenti, karena sering terbentur batu akibat jalan yang rusak, sehingga ia melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Istri korban yang mulai merasakan kekhawatiran, dimana suaminya yang belum pulang untuk melaksanakan Salat di masjid atau di rumahnya. Akan tetapi, penantian istri menunggu suaminya itu, mendapatkan kabar bahwa suaminya ditemukan tidak bernyawa lagi di samping pagar kebun miliknya.
Kejadian tersebut, dibenarkan Kapolsek Sangia Wambulu IPDA Tri Nugroho, saat dikonfirmasi Baubau Post melalui pesan whatsAppnya, Minggu (13/10). Setelah mendapatkan laporan itu, pihak kepolisian bersama keluarga korban mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian melakukan evakuasi dan melakukan Pulbaket saksi-saksi.
Kemudian tim kesehatan dari Puskesmas Sangia Wambulu turun kelapangan untuk melakukan pemeriksaan medis dan visum. Namun pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan visum, sebab sudah mengikhlaskan kepergian korban dan tidak keberatan.
“Berdasarkan olah TKP kemarin, diperkirakan korban terjatuh pada saat memanjat pagar kebun. Oleh sebab itu, dipastikan ini tidak ada kaitannya dengan tidak pidana, selain itu korban juga diketahui mempunyai riwayat penyakit asma dan jantung,” ungkap Tri Nugroho.
Peliput: Hengki

