Site icon BAUBAUPOST.COM

Masyarakat Pulau Makassar Gelar Tuturangiana Andala

F01.3a Wakil Walikota La Ode Ahmad Moniase disambut oleh masyarakat Pulau Makassar

Wakil Walikota La Ode Ahmad Moniase disambut oleh masyarakat Pulau Makassar

BAUBAU, BP- Ritual Tuturangiana Andala kembali digelar sebagai rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Baubau, Senin (14/10). Prosesi yang dilaksanakan di Pulau Makassar ini, ramai dikunjungi masyarakat.

Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse mengatakan, kegiatan ritual ini sudah dilakukan oleh masyarakat Pulau Makassar sejak lama dan merupakan sebuah tradisi turun temurun. Ritual ini memiliki keunikan tersendiri.

“Prosesi pelaksanaan ritual sedekah laut tuturangiana andala dan poagona lipu yang dilaksanakan oleh masyarakat Pulau Makassar memiliki keunikan tersendiri. Dalam setiap pelasanaannya terdapat makna yang mendalam setiap ritulanya,” katanya dalam sambutannya.

Kegiatan ini juga merupakan ritual tolak bala di laut. Terlebih masyarakat Pulau Makassar mayoritas menggantungkan kehidupannya dari hasil laut.

Para perangkat adat Pulau Makassar sedang mempersiapkan sedekah yang akan dilarung ke laut

Monianse menjelaskan, Tuturangiana andala yang dalam bahasa wolio merupakan pembersihan, pemberian sesaji pada penguasa laut. Sudah menjadi tradisi warisan leluhur yang digelar kembali setiap tahunnya.

“Untuk mempraktekan kembali cara leluhur yang mendiami pulau ini dalam memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dibukakan pintu rezeki dan tolak bala saat beraktifitas di laut,” jelasnya.

Tuturangiana Andala juga dirangkaikan dengan ritual Poagona Lipu yang merupakan prosesi pemanjatan rasa syukur atas kedamaian di wilayah daratan.

“Tujuan kedua ritual ini sendiri ialah suatu upaya memohon kepada yang maha kuasa agar diberikan keselamatan kepada negeri dan lautan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Pulau Makassar,” tuturnya.

Ketua lembaga adat Pulau Makassar Armudin mengatakan, ada beberapa titik penjuru mata angin yang ada di Pulau Makassar sebagai sasaran dari ritual ini.

“Titik pertama panjumalanga sebelah barat pulau makassar, yang kedua samparaja sebelah selatan paulau makassar, titik ketiga ada kolema sebelah timur makassar, dan titik keempat rape sebelah utara pulau makassar,” jelasnya.

Sesajen dibawa ke tengah laut yang dilakukan oleh parabela Pulau Makassar dan juga beberpa ritual yang lainya.

Ritual pertama tuturangiana andala sebagai ritual umum secara menyuluruh warga masyarakat pulau masyarakat yang terdiri dari dua keluarahan ini liwuto dan sukanaeyo. Ritual kedua Poagana Lipu, berobat massal untuk warga seluruh masyarakat, dan yang ketiga bosu-bosu memandikan anak-anak agar tidak mudah sakit. (#)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version