BAUBAU, BP- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunan Anak (DP3A) Baubau membuka layanan konsultasi dan konseling kepada masyarakat di stand pameran Baubau Expo tahun ini dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Baubau yang ke 478 dan 18 tahun sebagai daerah otonom.
“Kami membuka layanan Pojok Konseling di Baubau Expo kali ini,” ungkap Koordinator Satgas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Baubau Fanti Frida Yanti saat dikonfirmasi Baubau Post via WhatsApp, senin kemarin (14/10).
Layanan konsultasi dan konseling tersebut diberikan secara cuma-cuma alias gratis kepada masyarakat terutama korban kekerasan anak dan perempuan, diantaranya tentang permasalahan keluarga, perkembangan remaja, permasalahan remaja, perkembangan anak, pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga informasi dan konsultasi perlindungan sosial oleh Pekka.
Sebelumnya diberitakan, kasus kekerasan anak dan perempuan di Kota Baubau begitu memprihatinkan. Terbukti dengan menduduki peringkat ke tiga se Provinsi Sultra.
“Dari data yang masuk itu, kita peringkat tiga setelah konsel dan kendari, dan sebagai informasi juga, dari 34 provinsi di Indonesia, Prov Sultra itu masuk dalam urutan ke 11 yang angka kekerasan terhadap anak dan perempuan tertinggi secara nasional,” ucap Fanti Frida Yanti.
Ha itu tentu menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau untuk bagaimana meminimalisirnya, mengingat tindak kekerasan anak dan perempuan di Kota Baubau mencapai puluhan kasus.
“Jadi ini sebenarnya warning untuk kita semua. Sebenarnya kekerasan pada anak dan perempuan ini dimana saja terjadi, hanya saja di Kota Baubau kita sudah punya sistem untuk pencatatan, pelaporan, pengaduan, medisi, pendampingan dan konsultasi, makanya ketahuan jumlahnya berapa, di daerah lain, sistem ini belum terbangun,” ujarnya.
Dengan adanya layanan tersebut, diharapkan tindak kekerasan anak dan perempuan di Kota Baubau dapat diminimalisir, serta mampu memberikan edukasi untuk ketahanan keluarga yang lebih baik. (*)
Peliput: Gustam

