BAUBAU, BP- Memperingati HUT Kota Baubau ke-478 tahun dan semarak ke-18 sebagai daerah Otonomi, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melakukan Ziarah kubur atau dalam bahasa Wolio “Santiago”, Kamis (17/10) di Makam Sultan Murhum. Hal itu untuk mengenang dan mengamalkan doa kepada para luluhur terdahulu yang telah memperjuangkan bangsa serta membangun daerah untuk kesejahteraan masyarakat.
Diketahui, Ziarah kubur merupakan amalan yang disyari’atkan dan sangat bermanfaat baik bagi yang berziarah maupun yang diziarahi. Sehingga tidak heran jika kegiatan ini menjadi momentum penghormatan masyarakat Kota Baubau terhadap jasa para leluhur, sekaligus merekam kembali semangat juang para toko-toko yang telah membangun peradaban daerah hingga bisa berkembang pesat seperti saat ini.
“Sebagai bentuk rasa terimakasih kepada leluhur yang sudah membangun peradaban daerah ini, kita
ziarahi bacakan doa kepada Allah SWT menganti semua jerih payah mereka dengan pahala yang
sebesar-besarnya,” ungkap Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse SPd kepada awak
media.
Lanjut, Monianse menyebutkan ada dua toko kesultanan Buton yang sangat berpengaruh besar dalam
perkembangan peradaban daerah di Kepulauan Buton khususnya di Kota Baubau yaitu Sultan
Murhum sebagai tokoh peletak dasar pembangunan institusi Dayanu Ikhsanuddin. Kemudian, Sultan
Himayatuddin sebagai toko yang mengajak perlawanan dan mengajarkan masyarakat arti sebuah
pengorbanan untuk kemerdekaan.
” Semangat pengorbanan dan perjuangan Murhum sebagai peletak dasar Dayanu Ikhsanuddin
sebagai pembangunan institusi. Kemudian yang mengajak sebagai perlawanan, mengajar kita
sebuah pengorbanan dengan sebuah kemerdekaan itu Oputayiko,” tuturnya
Menolak prinsip oportunis, kata Monianse, para leluhur membangun negeri ini dengan semangat
juang yang tinggi dan dilakukan secara ikhlas tanpa pengecualian demi kesejahteraan masyarakat.
Olehnya itu, semangat itulah yang akan diambil guna membangun Kota Baubau yang lebih maju dan
berbudaya.
” Semangat itulah yang kita ambil pada saat ini bahwa kita membangun negri kita hari ini tidak perlu
berpikir apa yang kita perlu, jagan berpikir apa yang kita dapatkan, kita berkorban dulu, kita bekerja
dulu, dan kita mengabdi dulu buat negeri,” pungkasnya. (#)
Peliput: LM Syahrul

