BATAUGA, BP – Potensi perikanan Buton Selatan (Busel) cukup menjanjikan. Namun fasilitas penyimpanan ikan berpendingin atau cold stronge yang berada di TPI Sampolawa yang masih minim, maka Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Busel mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk ditambah
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Busel H La Ode Taatlan mengatakan saat ini ruang penyimpanan ikan berpendingin hanya miliki daya tampung 30 ton. Begitupula air blast freezer atau ruang pendingin pembekuan yang hanya berkapasitas kurang lebih 3 ton. Namun melihat laju tangkapan ikan nelayan yang cukup signifikan, kapasitas fasilitas yang ada sudah semestinya ditambah
“Namun kondisinya masih terbatas. Hanya sekitar tiga ton. Ke depan akan diusahakan ditambah lagi kapasitas,” kata Taatlan saat ditemui beberapa waktu lalu.
Lanjutnya, Kementrian Kelautan dan Perikanan sudah menjanjikan akan menambahkan 100 ton di tahun 2020.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala juga. Kita sementara usahakan. Persyaratan sebagian besar kita sudah penuhi. Tinggal komitmen Pemerintah pusat,” ucapnya.
Wilayah perairan Buton Selatan saat strategis, karena diapit oleh laut Banda dan laut Flores yang menjadi jalur migrasi ikan. Makanya Busel menjadi perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan sumber daya perikanan
Sektor kelautan dan perikanan Busel merupakan salah sektor unggulan, hal itu pula juga komitmen prioritas pemerintah daerah dalam menggenjot pengembangan kelauatan dan perikanan
“Karena sebagian besar wilayah kita sektor perikanan dan Kelautan,” tukasnya (*)

