F4.2 BMKGBMKG

BAUBAU, BP- Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Betoambari memprakirakan, puncak musim hujan di Kota Baubau terjadi mulai Desember 2018 hingga Januari 2020. Sementara awal musim penghujan dimulai pada pertengahan November 2019.

Hal ini dikatakan Kepala Stasiun BMKG Kota Baubau Fatuhri saat ditemui, Selasa (22/10).

“Jadi berdasarkan hasil prakiraan stasiun BMKG Kendari di perkirakan wilayah kepulauan Buton termasuk Baubau itu musim hujannya itu sekitar dasarian kedua ataupun ketiga di bulan November,” katanya.

Fathuri juga mengatakan sudah ada beberapa wilayah yang diguyur hujan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun menurutnya, hal itu bukan dari awal musim penghujan.

“Memang di bulan Oktober ini sudah ada beberapa wilayah yang sudah turun hujan, tapi itu bukan awal pertanda musim hujan, ada dinamakan hujan di musim kemarau itu memang salah satu tanda-tanda kita tidak akan lama lagi masuk musim hujan,” ungkapnya.

Hujan yang terjadi di beberapa wilayah Sultra itu secara perlahan-lahan. Sementara di Kota Baubau belum sampai.

“Hujanya cenderung di wilayah utara seperti di daerah konawe, kolaka itu sudah mulai turun hujan. Uap air di laut flores belum sampai ke Baubau, jadi belum turun hujanya,” jelasnya.

Dijelaskan, untuk mengetahui tanda-tanda masuknya hujan dapat dilihat pada subuh hari akan muncul embun yang cukup banyak karena kelembapan air yang ada di atmosfir yang sudah cukup.

“Kita lihat itu kalau pagi hari ada semacam embun di atap rumah berarti di wilayah kita sudah mulai masuk musim hujan,” jelasnya.

Hingga pertengahan Oktober ini, belum ada tanda akan datangnya musim hujan, karena pengaruh angin kering yang berhembus dari Australia yang cukup kuat.

Pihaknya juga mengatakan harus diwaspadai di bulan Oktober dan November untuk musin hujan yang akan turun di Kota Baubau.

“Mungkin di bulan-bulan akhir oktober ini kita sudah masuk di waktu perahilan atara musin kemaru ke musim hujan, itu yang harus diwaspadai di akhir oktober sampai awal november,” pungkasnya. (#)

Peliput: LM Syahrul

Visited 2 times, 1 visit(s) today