BAUBAU, BP – Operasi lalu lintas Polres Baubau dengan sandi Zebra Anoa 2019 lebih prioritaskan penindakan, 80 persen penegakan hukum.
“Intinya dalam operasi kali ini lebih banyak penindakan, ada 80 persen penegakan hukum,” kata Kapolres Baubau AKBP Hadi Winarno SIK diwawancarai usai gelar pasukan di Mapolres Baubau bersama stakeholder forkopimda Rabu (23/10).
Dibandingkan operasi patuh dan simpatik sebelumnya yang lebih mengutamakan tindakan humanis dan persuasif, tindakan kali ini hanya diporsikan 20 persen untuk tindakan yang bersifat preemtif dan prefentif.
Meski demikian, anggota Sat Lantas Polres Baubau lebih ditekankan keselamatannya dalam melakukan operasi.
“Perhitungkan keselamatannya, kita mengingatkan keselamatan masyarakat dalam operasi malah kita sendiri tidak prioritaskan keselamatan,” pinta Hadi Winarno.
Sehingga, lanjutnya, diharapkan hasil akhirnya dari masyarakat dapat menjaga ketertiban dan kepatuhannya dalam berkendara untuk menghindari angka kecelakaan yang fatal.
“Dengan adanya operasi, kesadaran masyarakat akan patuh dan disiplin dalam berlalu lintas dapat dipertahankan,” pungkasnya.
Operasi yang dimulai sejak 23 oktober 2019 (kemarin -red) sampai 05 november 2019 ini personil yang disiagakan selama operasi sebanyak 50 orang dengan delapan sasaran fokus penindakan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dibidang kamseltibcar lantas diwilayah hukum polres baubau.
Delapan fokus operasi zebra anoa 2019 yakni melawan arus, menerobos lampu merah, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan helm SNI, tidak melengkapi Surat surat dan kelengkapan kendaraan bermotor, melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, tidak menggunaan sabuk keselamatan.
Peliput : Asmaddin

