BAUBAU, BP – Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang Purna Paskibra Indonesia (PPI) Kota Baubau ke II, Minggu (27/10) di aula Manunggal Kodim/1413 Buton. Pada kesempatan itu, Monianse berahap PPI dapat berkontribusi untuk pembangunan daerah.
Monianse dalam sambutannya mengatakan, pemuda yang tergabung dalam PPI Kota Baubau perlu menjadi mitra Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan SDM merupakan salah satu pilar untuk mewujudkan visi misi pemerintahan Tampil Manis.
“Tentunya pengembangan SDM paling potensial ada di pemuda, olehnya maka saya berharap saudara-saudara dapat memberikan kontribusi terbaik kepada daerah untuk maju bersama di kota ini,” katanya.
Apalagi saat ini lanjut Monianse, Indonesia tengah dirongrong berbagai isu negatif. Mulai dari radikalisme, terorisme, hingga narkoba. Tentunya dengan didikan gemblengan semi militer maupun wawasan kebangsaan yang diberikan kepada para Paskibra dapat menepis hal negatif tersebut.
“Selama digodok menjadi Paskibra walaupun hanya sebulan, tapi tidak sedikit manfaat yang didapatkan, karena didikan semi militer menjadikan disiplin, yang tadinya mungkin malas bangun pagi karena latihan maka dengan segera sudah ada di lapangan,” lanjutnya.
Selain itu dengan latihan yang cukup keras dan kebersamaan selama sebulan lamanya, dapat membangkitkan rasa persaudaraan yang tinggi antara satu anggota dengan anggota Paskibra lainnya, karena digembleng dalam suasana yang sama. Hal ini pula menurut Monianse, dalam mengurangi ego pribadi dan menumbuhkan rasa kepedulian yang tinggi antara sesama.
“Kalian hadir dari kelompok yang berbeda, latar belakang keluarga yang berbeda kemudian ditempa dengan menu latihan yang sama, sehingga persaudaraan menjadi dekat bahkan bisa melebihi saudara kandung,” paparnya.
Monianse yang juga mantan Paskibra 43 tahun yang lalu itu berharap PPI Kota Baubau dapat mengambil pelajaran dari tukang servis. Filosofinya, seorang tukang servis paham dengan kerusakan suatu barang, dan tahu cara memperbaikinya.
“Ketimbang tahu masalahnya, teriak-teriak tidak akan pernah selesai masalahnya. Jadi kita harapkan purna paskibra ini akan lebih banyak tahu masalah yang harus diperbaiki, tetapi dengan gerak nyata dapat menyelesaikannya tanpa perlu ribut,” harapnya.
Cara ini menurut Monianse lebih bermartabat dalam menyelesaikan persoalan daerah. Namun dirinya tidak anti dengan kritikan, tetapi akan lebih baik ada tawaran solusi untuk penyelesaian masalah.
“Bukan berarti saya anti dengan demonstasi karena kita juga pernah bermahasiswa, dan demonstrasi itu menjadi salah satu jalan, tetapi setelah kita merenungkan maka akan lebih baik kalau kita masuk lebih dalam untuk melakukan perbaikan nyata dari pada hanya sekedar melempar kritikan,” tandasnya.
Dalam musyawarah cabang PPI Kota Baubau ke II itu Monianse meminta agar dapat memilih pengurus yang mampu merumuskan program produktif ke depannya. (**)
Peliput: Zaman Adha

