Site icon BAUBAUPOST.COM

Ketua Umum FKMA Ucapkan Selamat Atas Kepahlawanan Yang Mulia Sultan Buton ke 20 Oputa Yi Ko

F01.0 Walikota Baubau DR H As Tamrin MH Bupati Buton La Bakry Ketua Umum FKMA Arif Natadininggrat Pl t Sekda Sultra La Ode Mustari saat Gala Dinner

Walikota Baubau DR H As Tamrin MH, Bupati Buton La Bakry, Ketua Umum FKMA Arif Natadininggrat, Pl t Sekda Sultra La Ode Mustari saat Gala Dinner

BAUBAU, BP- Ketua Umum Forum Silarahmi Keraton Nusantara dan Masyarakat ASEAN (FKMA) yang mulia Paduka Gusti Sultan Sepuh 14 Keraton Kesapuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arif Natadiningrat SE mengucapkan terimakasih kepada Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH atas komitmennya memajukan budaya di Buton dan memajukan budaya Nusantara dengan mengambil peran siap menjadi tuan rumah FKMA VI tahun 2019.

“Malam hari ini di Kota Baubau kita bisa hadir dan bisa bersilaturahmi baik yang ada di Sultra, di nusantara dan di ASEAN hadir di Kota Baubau. Kita berdoa semoga silaturahmi ini membawa manfaat bagi kita semua. Atas nama keluarga besar FKMA menghaturkan terimakasih kepada Pemkot Baubau dan Sultra yang telah menyukseskan acara ini, semoga acara ini bermanfaat bagi kita semua dan bagi seluruh bangsa dan negara Indonesia,” katanya ketika membawakan kata sambutannya, Senin malam (18/11)

Arif Natadiningrat mengatakn kehadiran para raja dan sultan di sini tentunya juga menghaturkan selamat atas diberikannya gelar pahlawan nasional kepada yang mulia Almarhum Sultan Buton ke 20 dan ke 23 Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo. Lanjutnya, ini membuktikan bahwa Buton adalah bagian dari NKRI yang ikut berjuang memerdekaakn Republik Indoneia.

KETUA UMUM FKMA Arif Natadiningrat

Dia menjelaskan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara ini berdiri tahun 2006 dan tahun 2007 mengadakan musyawarah agung yang pertama dan kedua di Denpasar sampai hari ini sudah menyelenggarakan festival keraton dan masyarakat adat se ASEAN yang ke enam di Kota Baubau ini.

“yang pertama dan kedua di Denpasar, ketiga di Lombok, NTB, keempat di Kendari, Sultra, yang kelima di Bandung, dan Keenam sekarang di Baubau. kami haturkan terimakasih kepada Bapak walikota yang peduli terhadpat budaya nusantara,” katanya mengulangi.

Kesultanan Cirebon juga memuji peninggalan sejarah yang ada di Kota Baubau yang merupakan bekas wilayah Kesultanan Buton. “Alhamdulilah berjalan-jalan sebentar di Kota Baubau ini banyak sekali peninggalan-peninggalan yang bersejarah, banyak sekali peninggalan-peninggalan bekas-bekas perjuangan pahlawan-pahlawan kita. oleh karena itulah mudah-mudahan kita nanti pulang dari Kota Baubau membawa energi budaya, energi kepahlawanan dan energi kebaikan dari Kota Baubau untuk seluruh nusantara ini.

Kemudian dia menhyampaikan agenda yang akan berjalan selama pelaksanaan FKMA di Kota Baubau yang dimulai dari tanggal Selasa Tanggal 20 hingga tanggal 21 November 2019, materinya yaitu pertama musyawarah para-raja, kedua pagelaran kesenian, ketiga kirab budaya dan keempat pameran benda-benda kuno dan kelima diskusi seminar dan budaya.

“Tentunya mulai hari ini sampai tanggal 21 kita bisa bersama-sama seluruh raja dan sultan pemangku adat untuk mengikuti festival keraton dan masyarakat adat ASEAN. Kami juga menghaturkan mohon maaf yang sebeasar-besarnya apabila kami semua di sini tentunya merepotkan bapak dan ibu semua, kami haturkan terimaksih atas dukungan semuanya. dan tentunya budaya nusantara, budaya Buton tetap lestari,” tutupnya.

Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para raja dan sultan yang hadir di Kota Baubau. Walikota juga mengucapkan terimakasih kepada raja dan sultan dari negara tetangga yang datang di Kota Baubau yaitu dari malaysia, philipina, dan thailand. “Sebanarnya dari korea juga sudah bersedia akan hadir pula dalam kegiatan FKMA di Kota Baubau ini,” tuturnya.

Walikota Baubau mewakili Pemkot Baubau menyatkan permohonan maaf bila dalam kegiatan ini masih banyak kekurangan dan pelayanan yang maksimal kepada seluruh tamu undangan para sultan dan raja beserta seluruh rombongannya.

Laporan: Ardi Toris

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version