Site icon BAUBAUPOST.COM

AKKP Wakatobi Laksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Matahora

F3.1 Usai melakukan pegabdian Civitas AKKP Wakatobi

Usai melakukan pegabdian, Civitas AKKP Wakatobi, Perwakilan Pemda dan Pemerintah Desa serta masyarakat yang berpartisipasi melakukan foto bersama.

WAKATOBI, BP – Segenap Civitas dan Taruna-taruni Akademik Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi menggelar program pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan (Wangsel), Desa Matahora, Dusun Melai One, pada Minggu (17/11).

Diketahui, kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pesisir dalam Pengelolaan Limbah Rumah Tangga dan Sadar Wisata di Wilayah Pesisir Dusun Melaione, Desa Matahora”.

Dibuka langsung oleh Direktur AKKP Wakatobi Daniel H Ndahawali SPi MSi, kegiatan sosial itu turut dihadiri beberapa unsur Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi salah satunya Dinas Parawisata, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, serta Kalangan Pemuda.

” Peserta yang hadir mencapai kurang lebih 100 orang berasal dari berbagai elemen masyarakat, baik pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, ibu rumah tangga, serta anak-anak dari sekolah yang tidak jauh dari lokasi kegiatan ini yaitu siwa-siswi SD Melaione dan SMPN Satu Atap 10 Melaione,” jelas Daniel.

Dalam rangkaian agenda kegiatan mulai dari Bersih Pantai, Penanaman 350 bibit Mangrove, Sosialisasi Pengelolaan Limbah Rumah Tangga, serta Sosialisasi Potensi Wisata Pantai Melaione, pihaknya berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan pesisir dari pencemaran akibat sampah plastik.

” Dalam kegiatan bersih pantai, difokuskan pada sampah-sampah plastik yang terdampar disekitar Pantai Melaione. Total 501,8 Kg sampah yang berhasil dikumpulkan, dimana sejumlah 359,4 Kg merupakan sampah plastik yang diduga dibawa oleh gelombang laut dan terdampar di Pantai Melaione. Sampah yang telah dikumpulkan selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” terangnya.

Daniel mengungkapkan, keberadaan sampah plastik dibibir pantai tidak hanya akan mengancam organisme laut namun juga merusak keindahan nuansa pantai Melaione, yang keberadaannya belum diketahui banyak masyarakat.

” Kawasan pesisir Pantai Melaione dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi wisata yang belum dikembangkan dan telah mengalami abrasi pantai akibat gelombang. Mangrove yang ditanam didominasi oleh jenis Rhizopora, yaitu tanaman bakau yang memiliki perakaran yang kuat menancap ke dalam tanah sehingga memiliki fungsi dapat memimalisir pengaruh abrasi gelombang pantai. Mangrove yang ditanam akan dimonitoring secara berkala agar dapat terkontrol dan tumbuh dengan baik,” tandasnya.

Peliput: Zul Ps

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version