Site icon BAUBAUPOST.COM

Ilah Ladamay: Aset Budaya Busel Harus Dibukukan

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP – Pj Bupati Buton Selatan Dr Ir H OMN Ilah Ladamay MS meminta kepada SKPD lingkup Pemkab Busel yang menangani kebudayan dan pariwisata untuk menggali potensi kebudayaan Buton Selatan, sehingga potensi tersebut menjadi acuan untuk dikembangkan dikemudian hari.

Di Buton Selatan, tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui sejarah wilayah, adat istiadat, filosofi kehidupan orang Buton tinggal beberapa orang saja. Kata Ilah Ladamay, Alirman adalah salah satu tokoh masyarakat di Buton Selatan yang banyak mengetahui tentang hal tersebut.

“Saya sebenarnya selalu kagum sama pak Alirman, setiap beliau bicara pasti ada hal-hal baru, apakah itu sejarah, adat istiadat, dan filosofi kehidupan orang buton. Maka dari itu saya melihat pak Alirman adalah aset kita (Buton Selatan, red). Dia bisa menjadi semacam perpustakaan hidup,” ucap Ilah Ladamay belum lama ini.

Dikatakannya, tokoh budaya sekelas Alirman sudah hampir tidak ada di Buton Selatan, untuk itu pihaknya melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan agar difasilitasi sehingga ilmu pengetahuan, ataupum informasi-informasi, adat istiadat, bahkan filosofi tentang kehidupan orang Buton bisa ditinggalkan untuk generasi mendatang.

“Saya selalu sampaikan kepada SKPD yang menangani kebudayaan, pariwisata, tolong bantu ini pak Alirman, beri dana yang cukup untuk dia bisa tulis semua pengetahuannya sehingga bisa ditinggalkan kepada kita,” ucapnya.

Lanjut Ilah Ladamay, hal itu ingin dilakukannya, karena Ia pernah mempunyai sewaktu masih kuliah di Bogor. Ada seorang guru besar yang sangat pintar bernama Isemat. Namun ditahun kedua kuliah di Bogor guru besar tersebut meninggal dunia. Kata Ilah Ladamay, guru besar itu meninggal bukan jasadnya namun berbagai ilmu pengetahuan, infromasi, teknologi dan data yang dimiliki Isemat ikut dimakamkan dan sayang jika semua yang diketahuinya tidak dibukukan.

“Jadi pikiran saya saat itu bahwa begitu banyak ilmu pengetahuan, teknologi, informasi dan data yang dipunyai oleh pak Isemat yang sebentar lagi dikebumikan bersama-sama jasad pak Isemat.
Ini yang susah sekali bagi kita untuk terima,” tuturnya.

Artinya, jika kembali kepada tokoh budaya Buton Selatan, semasih beliau diberi kesehatan maka dinas terkait harus secepatnya mengambil peran ini, sehingga ilmu pengetahuan yang dimilikinya (Alirman) sudah semestinya dibuka ruang untuk segera dibukukan.

“Ini penting untuk diketahui, yang belum sempat kita tulis, yang kita belum sempat kita simpan dalam catatan, kita harus secepatnya mengambil langkah konkrit jika tidak kita akan rugi besar, dengan ilmu pengetahuan, informasi yang begitu penting yang kaitannya dengan sejarah dan adat istiadat kehidupan kita,” ucapnya.

Ditambahkannya, Pemda Busel beserta masyarakatnya semestinya bersyukur adat istiadat dan budaya masyarakat Busel seperti acara Riapa Wapulaka masih eksis ditengah-tengah masyarakat, dan ini harus dipertahankan dan dikembangkan.

“Acara Riapa Wapulaka cukup luar biasa. Oleh karena itu masalah-maslah kebudayaan, masalah-masalah sejarah , masalah adat istiadat apalagi kita mempunyai skpd, dinas pariwisata, kebudayaan, untuk betul-betul kita kembangkan untuk daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya.(*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version