La Bakry saat memberikan bantuan Jadup ke masyarakat Lasalimu

Peliput: Gustam

PASARWAJO, BP- Sebanyak 43 Kepala Keluarga (KK) Masyarakat Komunitas Adat (KAT) Dusun Bajo, Desa Benteng, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton mendapat bantuan sosial (bansos) Jaminan Hidup (Jadup) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).

La Bakry saat memberikan bantuan Jadup ke masyarakat Lasalimu
La Bakry saat memberikan bantuan Jadup ke masyarakat Lasalimu

Penyerahannya berlangsung di Desa Benteng Lasalimu, pada minggu kemarin (20/09), dihadiri langsing Bupati Buton La Bakry, Wakil Bupati Iis Elianti, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Buton La Ode Zilfar Djafar.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sultra, melalui sekretarisnya Hj Andi Bihkri Abas mengatakan, bansos Jadup tersebut merupakan salah satu rangkaian dari program pemberdayaan sosial komunitas adat terpencil.

Jadup yang disalurkan untuk setiap KK yakni beras 25 Kg, Terigu 1 Kg, Minyak Goreng 1 Kg, Gula Pasir 1 Kg, dan Teh 50 sachet. Jadup tersebut akan terus diberikan selama 6 bulan.

Bupati Buton La Bakry memberikan apresiasi atas bantuan tersebut. Kata dia, hal itu merupakan suatu kesyukuran yang tidak terhingga untuk masyarakat Dusun Bajo.

iklan corona baubau
iklan

“Beberapa waktu yang lalu, saya bersama kadis juga bertemu bapak menteri. Mudah-mudahan tahun depan juga ditambah lagi dengan dusun atau desa-desa yang lain. Buat komunitas Bajo kita,” ujarnya.

“Karena ini sudah merupakan komitmen pemerintah pusat maupun daerah provinsi, maupun kabupaten bahwa seluruh masyarakat Indonesia harus tersentuh program-program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan,” tambah La Bakry lagi.

Meski tidak banyak jumlah, orang nomor satu di Kabupaten Buton itu berharap, dapat meringankan beban ekonomi masyarakat komunitas adat terpencil di Desa Benteng. (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

Abu Hasan Selama 5 Tahun Jabat Bupati Buton Utara Tidak Pernah Berkantor di Buranga

Selama menjabat sebagai bupati Buton Utara (Butur) Abu Hasan tidak perna berkantor di kantor Bupati Butur yang dibangun di pusat ibu kota kabupaten Buton Utara itu yang tepatnya di Buranga kecamatan Bonegunu. “Kayaknya saya tidak perna liat. Saya tidak perna liat”. Kata Haendri Guntoro warga yang tinggal di depan kantor Bupati Butur. Kata Dia jika Bupati Buton Utara berkantor di sini (Buranga red) tidak mungkin kantor Bupati itu kotor seperti itu. “Kalau da berkantor pasti da bersih kantor, tapi kalau tidak berkantor makanya kantor da jelek begitu”. Katanya.
Terkait sorotan masyarakat Buranga yang mengatakan selama menjabat sebagai Bupati Butur Abu Hasan tidak perna berkantor di Buranga kecamatan Bonegunu sebagai pusat ibu kota kabupaten Buton Utara.
Sorotan tersebut diakui oleh Abu Hasan bahwa dirinya selama menjabat sebagai bupati Buton Utara tidak perna berkantor di Buranga.
Demikian kata Abu Hasan pada saat temui awak media usai meresmikan Mokodim Butur, Selasa ( 22/09).
“Kalau itu Saya akui berkantor secara formal tidak”. Singkatnya.
Lanjut Bupati Butur itu, mengatakan sejak awal dirinya menjabat sebagai bupati Buton Utara telah berusaha menggagas dan memfungsikan Buranga sebagai ibu kota kabupaten Buton Utara dan akan berkantor di Buranga namaun hal itu selalu gagal.
“Tapi diawal kepemimpinan saya, saya sudah coba untuk menggagas pemfungsikan Buranga sebagai pusat ibu kota, beberapa kali kita lakukan gagal menempatkan staf sebanyak seratus orang setiap kantor juga gagal”. Kata Abu Hasan.
Lanjut Abu Hasan, membeberkan juga penyebab kegagalan dirinya berkantor di Buranga karena kendala transportasi dan home stay. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest