Peliput: Amirul — Editor: Ardi Toris
BATAUGA,BP-Talud jalan poros Sampolawa di Wawulaka Kelurahan Katilombu, jebol akibat abrasi laut dan membuat bahu jalan retak sepanjang 110 meter.
Hasil survei visual dan dokumentasi yang dilakukan oleh Dinas PUPR Buton Selatan bersama UPT Bina Marga Sumber Daya Sultra dilapangan ditemukan terdapat lubang menganga vertikal pada pondasi talud sepanjang 220 meter dan sedalam tiga meter masuk kedalam akibat abrasi
“Ketika saya diinformasikan dari Bidang Bina Marga PUPR Busel, masalah retak jalan itu melalui kirimkan foto, kemudian saya teruskan ke Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Provinsi Sultra Pak Rahim, saya meminta dukungannya dan dari beliau diperintahkan ke Kepala UPTD Bina Marga SDA Ibu Nining untuk meninjau langsung kondisi jalan tersebut,” tutur Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buton Selatan (Busel) La Ode Muhammad Idris, saat ditemui di ruangannya belum lama ini
Kata LM Idris, ada retakan vertikal dibadan talud, hal inilah yang menyebabkan retakan pada bahu jalan provinsi, selebar 10 centimeter dan sepanjang 110 meter
“Bersama kepala UPTD Bina Marga dan SDA ibu Nining kita meninjau langsung kondisi sebenarnya, dan bagaimana tindak lanjutnya, apakah dimungkinkan didana pemeliharaan bahu jalan atau kita masukkan dalam biaya perubahan,” ucapnya.
Dikatakannya, saat ini bagi pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut cukup rawan, karena bukan hanya adanya retakan dibahu jalan tetapi didalam bahu jalan ada lubang yang menganga dan tanahnya jatuh akibat pondasi talud telah jebol.
“Masalah ini cukup serius, ketika tidak diantisipasi dan tiba-tiba bahu jalan ambruk maka akan menyebabkan terputusnya jalan poros itu,”ucapnya
Lanjutnya, jika itu terjadi maka akan ada pengalihan jalan, yakni dari Sampolawa maka melalui Rongi. Begitu juga dari Batauga ke Sampolawa harus memutar jauh lewat Rongi.
Selain masalah itu, pihaknya juga bersama Kepala UPT Bina Marga dan SDA Provinsi Sultra melihat kondisi jalan di jembatan Desa Watiginanda yang telah longsor termasuk abodmen jembatan itu terjadi abrasi. Termasuk kondisi jalan di Desa Sandang Pangan, Rongi juga telah longsor. Disebelah kiri jalan adalah jurang yang cukup dalam.
“Semua yang dicek adalah kondisi jalan provinsi, solusi di jalan Rongi itu harus ada talud atau pelebaran jalan atau cutting, kalau dipasang tiang pancang ini kurang efektif karena kedalam jurang hingga 30 meter, maka pembauatan talud tidak efektif dan lebih baik dilakukan pelebaran jalan atau cutting,” tuturnya
Ditambahkannya, beberapa kondisi jalan itu akan disampaikan langsung ke pemrov Sultra secara langsung sekaligus mengusulkan beberapa program yang didanai provinsi.
“Senin atau Selasa depan kita akan ke Kendari di Dinas PU Pemprov,” tukasnya.(*)

