Peliput: Amirul — Editor: Ardi Toris
BATAUGA,BP-Dampak pandemi Covid-19 telah mengoyahkan sektor ekonomi dan pangan nasional. Diketahui beras telah menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari makanan pokok sehari-hari masyarakat modern, padahal selain beras ada berbagai macam makan pokok lain yang dapat menjadi pilihan untuk mengisi asupan gizi warga, misalnya ubi kayu atau singkong sebagai pilihan pengganti beras.
Bupati Buton Selatan (Busel) H La Ode Arusani bersama Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Buton Selatan Hj Wa Ode Ruhania serta beberapa Anggota DPRD melakukan Panen Raya ubi kayu atau singkong milik Kelompok Tani Bente Binaan Dinas Pertanian di Desa Bola dan Desa Pogalampa, Kecamatan Batauga, Selasa (14/7)
Hadirnya Bupati Busel dalam agenda panen raya singkong tersebut merupakan upaya dan komitmen mendorong ketahanan swasembada pangan daerah serta dimasa Pandemi Covid-19.
Singkong diketahui memiliki kandungan karbohidrat yang cukup baik, selain beras. Tumbuhan umbi-umbian itu dapat menjadi makanan pokok dalam rangka menopang ketahanan pangan keluarga. Apalagi potensi budidaya singkong di wilayah Buton Selatan cukup besar dan melimpah
Selain menjadi asupan pengganti beras, singkong dapat diolah menjadi bahan baku panganan lain dan dapat mendukung usaha masyarakat untuk meningkatkan taraf kesejahteraan.
La Ode Arusani mengatakan pemerintah daerah terus mendukung dan memberikan penguatan kepada masyarakat petani dua desa tersebut untuk terus melakukan inovasi.
“Ubi ini dapat dioleh menjadi tepung sebagai bahan dasar pembuatan roti dan bahan makanan lainnya. Ini tentu mempunyai nilai tambah,” katanya.
Kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Bangun Sejahtera Desa Bola yang telah berinovasi dan selangkah lebih maju dengan membuat singkong menjadi tepung dalam kemasan, higenis dan tahan lama yang dilabeli “Kaopiku”, diapresiasi Bupati Busel H. La Ode Arusani.
Ia meminta kepada Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Dinas UKM, Perindustrian dan Perdagangan untuk saling berkoordinasi dan terus memberikan dukungan kepada kelompok tani tersebut sehingga produksi singkong, olahan hingga sisi pemasaran tepung singkong instan semakin meningkat.
“Kita sangat bersyukur hari ini sudah bisa dipanen setelah tiga sampai empat bulan ditanam serta bisa ditumpang sari dengan dengan tanaman lain seperti jagung, kacang tanah dan sayuran, Masyarakat juga telah memanfaatkan bantuan seperti alat parut dan alat peras yang diberikan pemerintah daerah untuk memudahkan pengolahan dan pengemasan,” katanya.
Selain itu, Bupati Busel juga menanggapi keluhan masyarakat yang diwakili Kepala Desa Bola La Salimuna, terkait tidak adanya akses jaringan telekomunikasi. H. La Ode Arusani pun langsung memerintahkan instansi terkait untuk sesegera mungkin berkoordinasi dengan pihak Telkomsel.
“Jaringan ini perlu kita hadirkan. Dengan begitu, masyarakat bisa memperluas pemasaran hasil olahan perkebunan melalui jejaring media sosial,” pungkasnya. (*)
