Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani resmikan Pasar Rakyat Bahari didampingi Ketua PKK Busel Hj Wa Ode Ruhania, Ketua DPRD Busel La Ode Armada serta OPD Lingkup Pemkab Busel. Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani resmikan Pasar Rakyat Bahari didampingi Ketua PKK Busel Hj Wa Ode Ruhania, Ketua DPRD Busel La Ode Armada serta OPD Lingkup Pemkab Busel.

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Bupati Buton Selatan La Ode Arusani mengunjungi Kecamatan Sampolawa, Sabtu (6/9).
Disana, orang nomor satu di Busel ini memenuhi sejumlah agenda kegiatan bersama masyarakat.

Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani resmikan Pasar Rakyat Bahari didampingi Ketua PKK Busel Hj Wa Ode Ruhania, Ketua DPRD Busel La Ode Armada serta OPD Lingkup Pemkab Busel.
Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani resmikan Pasar Rakyat Bahari didampingi Ketua PKK Busel Hj Wa Ode Ruhania, Ketua DPRD Busel La Ode Armada serta OPD Lingkup Pemkab Busel.

Didampingi Ketua DPRD Busel La Ode Armada, Ketua Tim Pengerak PKK Busel Hj Wa Ode Ruhania, serta beberapa anggota DPRD dan OPD Lingkup Pemkab Busel. Bupati Busel La Ode Arusani melakukan serangkaian yakni peresmian Pasar Rakyat Bahari, peletakan batu pertama pembangunan jalan desa sejauh 1.3 kilometer dalam menunjang destinasi wisata, pelantikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bahari I dan Bahari II serta panen perdana bawang merah di Desa Windu Makmur

Saat peresmian Pasar Rakyat Bahari atau disebut Pasar Wapulaka, Arusani mengatakan pasar rakyat memiliki peran penting sebagai penggerak roda per­ekonomian di daerah. Ia berharap perputaran ekonomi di empat desa di Wapulaka akan terus berkembang untuk kesejahteraan.

“Jika masih ada fasilitas pelayanan masyarakat yang kurang yang menjadi kebutuhan masyarakat nanti disampaikan kepada kepala desa atau langusung kepada saya,” ujarnya

Kata Arusani, Bupati adalah pelayanan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama bahu membahu dalam kemajuan Buton Selatan.
Pasar Rakyat Bahari dibangun tahun 2019 bersumber dari Dana Perbantuan sebesar Rp 4 miliar yang terdiri dari 80 kios.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Busel La Hardin menyampaikan bahwa los pasar yang ada dibagi 4 desa masing-masing 20 Los yaitu Bahari I, Bahari II, Bahari II dan Desa Tira,

“Pasar ini mulai hari ini akan dimanfaatkan secara berkala tiga hari seminggu dan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” singkatnya.

Selain itu Bupati Busel juga resmi melantik dua pengurus Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) yakni Pokdarwis Wadudu Desa Bahari dan Pokdarwis Wasariga Desa Bahari Dua.

“Pokdarwis harus bekerjasama dengan pemerintah dalam membangun desa, serta sebagai Mitra pemerintah daerah,” kata Arusani

Sementara, Kepala Desa Bahari Dua La Hedi, SE mengatakan Wapulaka mempunyai potensi wisata yang bisa dikembangkan diantaranya Pantai Lagunci/Ratu Empat, serta Bukit Langoi.

“Kami sangat bersyukur dengan peresmian pasar Bahari, karena kami belum punya pasar dan sekarang kami akan manfaatkan secara maksimal,” tukasnya.

Selain dua kegiatan itu, Bupati juga melakukan

penyerahan bantuan beasiswa Dana Desa kepada siswa miskin dan berprestasi Desa Bahari II, penyerahan alat kesehatan gigi kepada Puskesmas Bahari.

Diketahui, tentang bantuan alat kesehatan bahwa pemkab Busel telah mengalokasikan anggaran untuk kesehatan gratis kurang lebih 42.000 jiwa, sisanya dari APBN yang kini telah mencapai 93 persen. (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

DEMO TRANSPARAN BLT DI WAKATOBI DEMONSTRAN DAN APARAT PICA-PICA

Aksi demonstrasi menuntut transparansi Bantuan Sosial Tunai (BST) periode Mei yang berasal dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI di Kabupaten Wakatobi berakhir ricuh. Aparat kepolisian dan sat Pol PP Wakatobi melakukan tindakan represif terhadap massa aksi. Terlihat bahwa Demo transparan BLT di Wakatobi demonstran dan aparat pica-pica

Aksi mahasiswa tergabung dari lembaga Barisan Orator Mahasiswa (Bom) Kepton, Gerakan Aktifis Mahasiswa (GAM) dan Koalisi Parlemen Jalanan Wakatobi pada Senin (6/07) di depan Kantor Bupati Wakatobi awalnya berjalan damai. Namun begitu selesai sholat Zuhur, situasi mulai memanas dan pada akhirnya memicu terjadinya aksi saling dorong pagar yang berujung pada tindakan kekerasan. Demonstrasi yang menuntut transparan bantuan langsung tunai (BLT) itu pun membuat kubu demonstran dan juga aparat ada yang mengalami luka alias pica-pica.@BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *