Peliput: Arianto W
BAUBAU, BP- Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kota Baubau Mirnawati Purba mengimbau kepada seluruh masyarakat agar ketika melakukan aktivitas perbelanjaan di Pasar Tradisional ataupun sarana Ritel maka sebaiknya membuat daftar belanja terlebih dahulu.

Hal ini bermaksud untuk mencegah resiko penularan Covid19 yang bersumber dari kecenderungan masyarakat tatkala melakukan aktivitas belanja saat memegang barang secara bergantian namun tidak dibelih.
“Walaupun dari makanan itu kan sangat rendah untuk penularan Covid19, tapi kemungkinan bisa terjadi, misalnya orang secara bergantian memegang barang, habis dipegang dikembalikan lagi,” ungkap Mirnawati belum lama ini.
Untuk itu, melalui media ini, ia berpesan kepada masyarakat agar ketika memiliki rencana ke tempat atau sarana perbelajaan maka sebaiknya membuat daftar belanja.
Tujuannya agar ketika para konsumen tiba di lokasi perbelanjaan maka secara spontan akan langsung mencari barang yang diinginkan tanpa harus berlama-lama di satu tempat.
“Kalau bisa, untuk konsumen membuat daftar barang apa yang mau dibeli. Jadi, mereka tidak akan berlama-lama di satu tempat,” pungkasnya. (*)
Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel
PPRB DEMO TUNTUT TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA COVID-19 dan MINTA KADIS KESEHATAN BUTON DICOPOT
Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Pemuda Pemerhati Rakyat Buton (PPRB), menggelar aksi demostrasi menuntut transparansi anggaran covid-19, di Perkantoran Takawa Buton, Senin (29/06).
“Kemudian dengan terpaparnya 27 Nakes menimbulkan tersumbatnya pelayanan publik terhadap masyarakat yang membutuhkan penangan medis di RSUD Buton. Maka untuk itu kami meminta kepada Bupati Buton untuk menggati Plt Dinas Kesehatan, karena kami anggap lalai dalam memerangi dan menangani covid-19 di Buton,” Ucap koordinator demonstran PPRB La Ovan Wabula.



