Wawali Baubau La Ode Ahmad MonianseWawali Baubau La Ode Ahmad Monianse

BAUBAU, BP-Pengaruh Narkoba terhadap generasi muda adalah merupakan ancaman global yang harus di tangani secara serius. Hal ini di sampaikan oleh Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse melalui sambutannya saat mewakili Walikota Baubau pada acara pembukaan “Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba Instansi Pemerintah” yang di selenggarakan oleh BNN kota Baubau di aula Hotel Galaksi INN Baubau, Rabu, (09/09).

Wawali Baubau La Ode Ahmad Monianse
Wawali Baubau La Ode Ahmad Monianse

Menurut Monianse, berbicara soal Narkoba sama halnya dengan ber bicara soal nasib dan masa depan bangsa. Pasalnya, narkoba merupakan ancaman yang sangat berbahaya dalam keberlangsungan berbangsa dan bernegara. Selain itu, pengaruh Narkoba sangat rentan terhadap anak pada usia produktif dan bahayanya setingkat dengan Virus Corona.

Dikatakan Monianse, jika persoalan Narkoba ini tidak di tangani secara serius maka dapat di pastikan keberlangsungan ber bangasa dan ber negara akan ter ancam. “Jika pada usia-usia produktif ini sampai terserang oleh pengaruh narkoba maka saya dapat pastikan bangsa ini tidak akan bisa berkelanjutan sebagai mana yang kita harapkan. Karena usia-usia produktif inilah yang nantinya akan menjadi sumber energi pembangunan dan keberlangsungan bangsa ini”, katanya. sebagaimana dirilis Kominfo Baubau.

Orang nomor dua di kota Baubau ini menambahkan, tingkat kematian di Indonesia berkisar dari 40 hingga 50 orang per hari dengan akumulasi pertahun berkisar 15 ribu orang yang meninggal karena narkoba. Untuk itu, diharapkan adanya kesadaran dari semua pihak dalam mengatasi dan menghindari kemungkinan akan adanya pengaruh Narkoba pada generasi muda di kota Baubau. Pasalnya, tanpa adanya kerja sama semua pihak maka tidak menutup kemungkinan dimasa yang akan datang pengaruh Narkoba akan mengancam generasi muda Baubau. Apalagi, salah satu unsur sumber daya dalam membangun daerah adalah generasi muda pada usia produktif ini. Dan ancaman terbesar generasi muda adalah narkoba, sehingga dukungan dan dorongan dari semua pihak sangat di butuhkan agar generasi muda dapat menghindari serta melawa Narkoba.

Monianse mengakui, keberpihakan anggaran terhadap upaya-upaya penanggulangan Narkoba masih kurang. Bahkan, dimasa Pandemik ini ketika ada pemotongan anggaran, kebanyakan yang di potong adalah anggaran-anggaran kegiatan yang berhubungan dengan Narkoba. Sehingga, kedepan diharapkan akan menjadi perhatian utama. “Kemarin di daerah kita, ketika ada Pandemic Covid yang pertama di potong itu adalah dana-dana penyuluhan yang ada hubungannya dengan Narkoba. Ini sangat ironis, ancaman yang begitu besar dan sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara namun pemihakan anggaran kita belum tepat,” tukasnya.

Menutup sambutannya, Monianse memberikan apresiasi atas di selenggarakannya kegiatan tersebut. Ia juga menghimbau agar semua pihak untuk selalu perduli terhadap ancaman Narkoba ini. “Sebenarnya bukan seberapa besar yang kita lakukan namun seberapa seriusnya kita untuk peduli terhadap ancaman Narkoba ini. Mungkin hari ini belum, namun tidak menutup kemungkinan besok anak-anak kita yang akan menjadi korban dari Narkoba ini. Jadi kalau bukan kita yang perduli siapa lagi, kalau bukan hari ini kita tumbuhkan kesadaran kapan lagi”, tutupnya.

Sementara itu di tempatl yang sama kepala BNN Baubau Drs. Alamsyah, M.Si menjelaskan, Bimtek tersebut adalah merupakan tindak lanjut dari Kepres Nomor 2 tahun 2020 yang menyampaikan informasi rencana aksi nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyaluran dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Karena itu, pertama yang di lakukan ole BNN adalah membuat regulasi yang ada di instansi masing-masing. Kemudian; melakukan sosialisasi P4GN di seluruh kementerian lembaga BUMN dan masyarakat. Yang ketiga ialah melakukan deteksi dini pemeriksaan urin pada seluruh pegawai maupun calon pegawai negeri. Dan yang terakhir adalah merekrut relawan atau penggiat anti narkotika. “Hari ini salah satu yang kita lakukan sebagai implementasi dari Kepres No. 2 ialah melatih penggiat anti Narkoba yang pesertanya dari masing-masing instansi”, jelasnya.

Ditambahkan Alamsyah, kurang lebih 10 dinas yang ada di kota Baubau sudah mempunyai penggiat atau relawan sebanyak 10 hingga 15 orang per dinas.Dan peserta dalam kegiatan tersebut selain dari instansi Kota Baubau namun ada juga peserta dari instansi Kesbangpol Kabupaten Wakatobi, Buton Selatan dan Buton. (**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah. Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *