Site icon BAUBAUPOST.COM

Honor Pelatih Bukan Tanggungjawab Sanggar Seni Budaya Tanah Walio

– Terkait Honor Rp 10 Ribu Penari di Takawa yang Belum Terbayarkan

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP – Sanggar Seni Budaya Tanah Wolio tidak tahu menahu tentang pembayaran honor kepada para pelatih dalam tampilnya 10 ribu penari di Takawa dalam Festival Budaya Tua Buton yang diselenggarakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buton pada 2016 lalu. Pasalnya, Sanggar Tanah wolio hanya sebatas terlibat kontrak dengan Dinas Pariwisata untuk membantu mencairkan anggaran.

“Saya hanya membantu saja karena persoalan anggaran itu tidak akan dikeluarkan oleh Pemda (Buton) kalau administrasi perusahan tidak lengkap sehingga perusahan saya yang dipinjam karena mempunyai badan hukum,” kata Ketua Sanggar Tanah Wolio Masful Ibrahim ketika ditemui Baubau Post pada Jumat (10/02).

Lebih lanjut dikatakan, Sanggar Tanah Wolio membantu dalam menyelamatkan administrasi keuangan dan anggaran senilai Rp 200 juta, yang kemudian dikembalikan di Dinas Pariwisata. Menurutnya, pihaknya sebagai orang ketiga yang hanya membantu untuk mencairkan anggaran tersebut tidak tahu tentang pengelolaan anggarannya.

“Saya hanya meneyelamatkan pencarian anggran itu, namun untuk pengelolaannya pihak tidak mengetahui, sebab perusahan hanya sebatas dipinjam dan dibayarkan tidak sesuai kontrak perusahaan tetapi saya hanya untuk membantu saja,” katanya.

Selain itu, ia mengakui bahwa perusahan yang dimilikinya memang digunakan untuk perjanjian kontrak, akan tetapi, manajemen serta pengelolaan keuangan dikembalikan pada Rambi Ganda Takawa selaku pihak ke kedua.

“Saya hanya sebatas membantu dalam pencairan anggaran, memang perusahaan saya yang menandatangani kontrak tetapi yag menjalankan menejemannya, buat proposalnya semuanya itu Grup Rambi Gamda Takawa yang menjalankan. Artinya legal formalnya, Sanggar Tanah Wolio hanya sebatas membantu persyaratan untuk pencarian anggran,” jelas dia.

Kata dia, memang pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Buton mempercayakan Sanggar Tanah Wolio sebagai perusahan dan sebagai pihak ketiga, namun dalam hal ini kembali lagi pada pihak dinas yang bersangkutan, dimana Sanggar Tanah Wolio tidak tahumenahu tentang kejelasan anggara tersebut karena hanya sebatas kontrak pinjam perusahan bukan hal lain.

“Dalam proposal itu kan sudah ditentukan pemakaian anggaran tersbut, tetapi setahu kami dari perusahan sebenarnya menejemen itu Dinas Pariwisata dan Grup Rambi Ganda Takawa yang mengetahuinya karena merekalah yang membuatnya. Misalnya dari honor pelatih penari, biaya transportasi, biaya makan dan lain sebagainya,” katanya.

“Sanggar Tanah Wolio tidak mengatur apapun dilapangan, struktur apalah karena itu semua diserahkan di Grup Rambi Takawa dan merekalah yang mengerjakan semuanya sebab sanggar saya hanya di pinjam dan tidak mengurus sana sini, apa lagi anggaran,” sambungnya tegas.

Untuk diketahui, sebelumnya juga sempat diberitakan honor para pelatih dan 10 ribu penari di Takawa belum terbayarkan, apalagi para pelatihnya sebagian besar merupakan pegawai magang dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Buton.(*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version