Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Sebanyak 56 orang dinyatakan lulus tes tenaga penyuluh agama islam non PNS lingkup Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wakatobi Tahun 2016. Kemenag Wakatobi telah mengumumkan hasil tes itu secara resmi, Rabu (7/12).
Kepala Tata Usaha (KTU) Kemenag Wakatobi, La Umuri SPdI MMPd mengatakan, hasil tes tenaga penyuluh agama islam non PNS itu telah melalui serangkaian proses hingga keluar hasil akhir. Pihaknya hanya melaksanakan proses sesuai petunjuk pelaksanaan.
“Semua pemeriksaan hasil tes hingga penentuan kelulusan dilakukan di provinsi. Di Kemenag Wakatobi hanya mengumumkan hasil akhir. Jadi ada 56 orang yang akan tersebar di tujuh kecamatan di Wakatobi. Masing-masing kecamatan yang telah memiliki kantor KUA mendapat porsi delapan orang,” terang La Umuri, Rabu (7/12).
Kata La Umuri, meskipun dalam penetuan hasil akhir masing-masing kecamatan yang telah memiliki kantor KUA mendapat porsi delapan orang. Namun dalam hasil pengumuman itu juga terdapat delapan nama dimana dinyatakan sebagai lolos cadangan.
“Jadi dalam pengumuman itu, masing-masing kecamatan terdapat 16 nama. Nama dari nomor urut 1 sampai 8 adalah peserta yang memiliki rangking tertinggi sekaligus lulus untuk mengisi kuota. Sedangkan 8 orangnya sebagai cadangan, artinya jika diantara 8 orang yang lulus itu berhalangan maka akan digantikan dengan lulus cadangan itu,” kata La Umuri.
Ditanyai tugas dan fungsi penyuluh agama islam non PNS, La Umuri, menjelaskan bahwa kedepan penyuluh agama islam dibawah koordinir kepala kantor urusan agama kecamatan akan bermitra dengan pemerintah desa dan kelurahan dalam urusan yang berkaitan dengan keagamaan.
“Tugas penyuluh agama islam non PNS ini akan bekerja sama dengan pemerintah desa/kelurahan menyelenggarakan urusan keagamaan. Seperti ceramah agama, guru ngaji, urusan jenazah dan lain sebagainya. Penyuluh agama islam akan dikoordinir kepala KUA sehingga memudahkan untuk berkonsultasi dengan pemerintah kecamatan hingga kabupaten,” jelasnya.
Ditambahkannya, penyuluh agama islam non PNS yang telah dinyatakan lulus tersebut, diperkirakan awal tahun depan sudah bisa menjalankan tugas-tugasnya sehingga bisa berkontribusi terhadap kemajuan di desa masing-masing. “SK penyuluh agama ini akan terhitung sejak 1 Januari 2016 hingga 31 Desember 2019. Karena dikontrak setiap tiga tahun,” tutup La Umuri. (***)