F02.2 Bupati Buton La Bakry turunlangsung beri bantuan ke masyarakatnyaBupati Buton La Bakry turunlangsung beri bantuan ke masyarakatnya

Laporan: Arianto A

BUTON, BP-Langkah awal dimulai dari Kecamatan Wabula sekaligus melaunching Aplikasi “Si Gadis Desa” (Sistem Integrasi Informasi Kemiskinan Desa) di Aula Kantor Camat Wabula, Selasa, 24 Agustus 2021.
Keluarga penerima manfaat untuk beras Bantuan Non Tunai untuk Kecamatan Wabula berjumlah 246 KK, yakni dengan rincian Bajo Bahari 32, Holimombo 27, Koholimombono 29, Wabula Satu 36, Wabula 53, Sasampela 48 sedangkan Wasuemba 21 KK.

F02.2 Bupati Buton La Bakry turunlangsung beri bantuan ke masyarakatnya
Bupati Buton La Bakry turunlangsung beri bantuan ke masyarakatnya


Dalam penyaluran bantuan tersebut Bupati Buton turut didampingi oleh Asisten I Sekda Butopn, Alimani, Ssos, MSi, Kepala Dinas Sosial, Asnawi Jamaluddin, SPd, MSi, Camat Wabula dan Kapolsek Wabula.
Mengingat susasana masih dalam kondisi Covid 19, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan tentu dengan penerapan Protokol Kesehatan.
Dalam sambutannya Bupati Buton mengajak semua warga masyarakat agar selalu bersyukur dengan adanya bantuan pemerintah .
“Walaupun jumlahnya tidak seberapa, tapi kita patut syukuri, keadaan ekonomi sedang tidak stabil karena pandemi Covid 19, tapi pemerintah tetap mengupayakan bantuan untuk kita semua,” kata Bupati Buton.
Lebih lanjut orang nomor satu di Buton ini memberikan apresiasi kepada kepala Dinas Sosial karena telah berinovasi telah membuat terobosan dengan aplikasi Si Gadis Desa.

baca juga: BTC Segera Hadir Di Buton,Kapolres Buton Membuka Sosialisasi Buton Peduli Isoman
“Si Gadis Desa ini adalah aplikasi integrasi informasi data kemiskinan desa yang akan dijalankan oleh desa desa dan kelurahan dalam hal penginputan data data masyarakat miskin didesa /kelurahan tanpa perlu ke kantor dinas sosial. Karena aplikasi Si Gadis Desa telah terkonek dengan aplikasi online di dinas terkait,” katanya.
Dengan adanya aplikasi ini, kata Bupati Buton, tentu bisa memperbaiki data-data yang salah atau melengkapi data tanpa perlu ke dinas sosial lagi. Dan ini sangat memudahkan kita semua.
Politisi golkar ini pun berharap agar aplikasi Si Gadis Desa ini bisa ditiru oleh kabupaten lain di seluruh Indonesia. (*)

Comments are closed.