F01.2 Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse ketika membuka kegiatan penataran penjurian cabang pencat silat di Gedung Skopma Kota BaubauWakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse ketika membuka kegiatan penataran penjurian cabang pencat silat di Gedung Skopma Kota Baubau

Laporan: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP-Wakil Wali Kota (Wawali) Baubau La Ode Ahmad Monianse menginginkan agar olahraga Pencak Silat dapat menduduki posisi tertinggi dari cabang olahraga lain. Pasalnya, Pencak Silat merupakan cabang olahraga yang berasal dari akar budaya Bangsa Indonesia, dan perlu mendapatkan perhatian khusus.

F01.2 Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse ketika membuka kegiatan penataran penjurian cabang pencat silat di Gedung Skopma Kota Baubau
Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse ketika membuka kegiatan penataran penjurian cabang pencat silat di Gedung Skopma Kota Baubau


Keinginan tersebut diungkapkan La Ode Ahmad Monianse melalui sambutannya, saat membuka dengan resmi kegiatan Penataran Cabang Wasit Juri Pencak Silat. Kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulawesi Tenggara ini, dilaksanakan di gedung Skopma Baubau, Jumat (27/8/2021).
“Pencak Silat adalah cabang olahraga yang berakar dari nilai-nilai budaya bangsa kita sendiri, namun dalam perjalanannya prestasi Pencak Silat ini memperlihatkan penurunan. Baik dari prestasi maupun minat, ini adalah sebuah tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujar La Ode Ahmad Monianse.
Ditambahkan, meski Pencak Silat sempat mencuat di ajang Internasional, bahkan telah ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games, namun di daerah belum memperlihatkan hal yang menggembirakan sebagaimana cabang olahraga lainnya.
“Sebagai cabang olahraga yang lahir dari akar budaya bangsa, semestinya Bangsa Indonesia bisa dikukuhkan sebagai pemilik sah dari olahraga Pencak Silat ini. Namun sangat disayangkan, sebagai warisan budaya, cabang olahraga ini justru kurang diminati oleh generasi muda kita,” tuturnya.
La Ode Ahmad Monianse percaya, turunnya minat dan prestasi tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh kurangnya pembinaan dalam sebuah perguruan. Namun kualitas pertandingan justru sangat berpengaruh terhadap prestasi serta minat generasi muda pada olahraga Pencak Silat tersebut.
Untuk itu Wawali Baubau berharap, dengan diselenggarakannya Penataran Cabang Wasit Juri Pencak Silat, prestasi serta kualitas pertandingan olahraga Pencak Silat akan semakin terjamin. Pasalnya, terjaminnya kualitas pertandingan sangat ditentukan oleh kualitas serta kapabilitas Wasit dan Juri.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini, bisa meningkatkan minat dan daya tarik generasi muda kita untuk masuk dan mencintai olahraga Pencak Silat ini. Mudah-mudahan ke depan, cabang olahraga ini akan menghasilkan prestasi gemilang. Baik prestasi individu, prestasi daerah, maupun prestasi bangsa,” harapnya.
Lebih lanjut La Ode Ahmad Monianse Berharap, agar dari cabang Pencak Silat tersebut, Bendera Merah Puti akan berkibar di tiang tertinggi pada turnamen Internasional. Sebagaimana cabang-cabang olahraga lainnya yang sudah membawa nama baik Bangsa Indonesia pada turnamen Internasional.

baca juga: Siswi SDN 3 Baubau Masuk lima Besar Lomba Video karya kreatif “Rayakan Merdekamu”Kemendikbud
“Mudah-mudahan hasil dari Penataran Cabang Wasit Juri Pencak Silat ini, dapat mendukung upaya kita dalam menyelenggarakan PORPROV, yang Insya Allah akan diselenggarakan pada Tahun 2022 mendatang. Di mana Kota Baubau bersama Kabupaten Buton ditunjuk sebagai tuan rumah,” pungkasnya.(*)

Comments are closed.