F04.1 Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse terima DIPA dan DKDD 2022 dari Gubernur SultraWakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse terima DIPA dan DKDD 2022 dari Gubernur Sultra

Laporan: Prasetyo M

BAUBAU, BP-Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse bersama Bupati/Wali Kota lainnya menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). DIPA dan TKDD tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH. di Hotel Claro Kendari, Senin (13/12/2021).
La Ode Ahmad Monianse saat ditemui usai mengikuti acara penyerahan DIPA dan TKDD tersebut menuturkan, pihaknya akan segera menindak lanjuti apa yang telah menjadi himbauan Gubernur (Sultra) dalam sambutannya pada acara tersebut. Di mana, para Bupati/Wali Kota dihimbau untuk mempercepat proses pelelangan pengadaan barang dan jasa.

F04.1 Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse terima DIPA dan DKDD 2022 dari Gubernur Sultra
Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse terima DIPA dan DKDD 2022 dari Gubernur Sultra


“Ada tiga penekanan yang disampaikan bapak Gubernur, yaitu percepatan proses pengadaan barang dan jasa, percepatan pemenuhan dokumen, serta penetapan pejabat perbendaharaan. Kemudian daerah-daerah yang capaian serapan anggarannya masih rendah seperti Kota Baubau, agar sesegera mungkin untuk bisa menuntaskannya di akhir Tahun 2021 ini,” tuturnya.
Wawali Baubau ini menambahkan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, ada enam isu yang harus menjadi perhatian para Kepala Daerah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022. Di antaranya ialah, melanjutkan pengendalian Covid-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan.
Selain itu, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat yang kurang mampu dan rentan, meningkatkan sumber daya manusia yang unggul, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi, penguatan disentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar daerah, serta melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero based budgeting agar belanja lebih efisien.
“Jadi enam isu ini diharapkan menjadi acuan bagi semua Pemerintah Daerah salah satunya Kota Baubau, dalam mengimplementasikan Anggaran 2022. Dan pada prinsipnya, yang menjadi prioritas adalah pengendalian Covid-19 dan penguatan ekonomi. Untuk itu saya menghimbau kepada para kepala OPD agar sesegera mungkin mempersiapkan semua persyaratan untuk percepatan pengadaan barang dan jasa,” tandasnya.
La Ode Ahmad Monianse juga berharap, agar para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang proses pengadaannya di Tahun 2021 belum tuntas, untuk segera dituntaskan, sehingga semua anggaran dapat terpakai. Yang mana, tuntas dan tidaknya penggunaan anggaran tersebut dapat berimbas terhadap pertumbuhan perekonomian di daerah.
Lebih lanjut La Ode Ahmad Monianse menuturkan, jika perputaran APBD bagus, maka perputaran ekonominya juga akan mengalami peningkatan. Dengan demikian, maka upaya peningkatan kesejahteraan dapat berjalan dengan lancar. Di mana, Visi Pemerintah Kota Baubau adalah ingin menjadikan Baubau sebagai Kota yang Maju, Sejahtera, dam Berbudaya.

baca juga: Tahun 2021, BPJS Ketenagakerjaan Baubau Salurkan Rp 23 Miliyar Santunan Jaminan Peserta
“Jadi minta keseriusan para kepala OPD, agar sesegera mungkin menuntaskan semua hal yang menyangkut dengan pengadaan barang dan jasa ini. Karena pada saat Rapat Koordinasi Kepala Daerah beberapa hari yang lalu, kita mendapatkan perhatian khusus dari Menteri Dalam Negeri terkait dengan realisasi belanja Daerah kita yang baru mencapai 58%. Sehingga diharapkan untuk waktu yang tersisa kurang lebih 10 hari efektif ini benar-benar dimaksimalkan,” pungkasnya. (**)

Comments are closed.